Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Ini Kata Mendiktisaintek
Prabowo meminta untuk dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Akademisi yang beranggotakan para guru besar, dosen, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto meminta untuk dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Akademisi yang beranggotakan para guru besar, dosen, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi.
Gagasan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo pada acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lalu, apa itu Satgas Akademisi?
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan Satgas Akademisi dibentuk sebagai wadah kolaborasi lintas institusi dalam memberikan masukan berbasis riset dan inovasi terhadap berbagai program strategis pemerintah.
“Ya intinya kan beberapa topik-topik program besar program nasional program strategis nasional atau Program Kerja Nasional perlu pemikiran sumbangsih inovasi riset,” ujar Brian di Kompleks Istana, Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurut Brian, satgas tersebut nantinya akan beranggotakan para peneliti dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi yang bekerja secara kolaboratif untuk mendukung percepatan program prioritas pemerintah.
“Kemudian dibentuklah Satgas yang terdiri dari seluruh peneliti maupun guru besar dari lintas kampus untuk mendukung percepatan program-program prioritas nasional,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai perbedaan Satgas Akademisi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Brian menegaskan bahwa BRIN justru akan menjadi bagian dari satgas tersebut.
“Kita sama-sama juga, BRIN juga masuk. Di BRIN kan juga ada beberapa topik-topik riset.Jadi kalau intinya itu adalah untuk percepatan gitu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembentukan Satgas Akademisi bertujuan mengintegrasikan keahlian para guru besar, peneliti BRIN, serta akademisi perguruan tinggi dalam menangani isu-isu tertentu secara lebih terfokus sehingga proses penyelesaian program prioritas nasional dapat berjalan lebih cepat.
“Jadi beberapa orang guru besar, peneliti, BRIN, dan perguruan tinggi itu nantinya akan bekerjasama dalam satu topik gitu. Supaya tidak terlalu luas gitu,” kata dia.
(kunthi fahmar sandy)