News

Prabowo Tekankan Indonesia Bisa Bangkit Jika Para Elite Bersatu dan Bekerja Sama

Riyan Rizki Roshali 26/06/2026 20:34 WIB

Prabowo menekankan Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju apabila para elite mampu bersatu dan bekerja sama.

Prabowo Tekankan Indonesia Bisa Bangkit Jika Para Elite Bersatu dan Bekerja Sama. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju apabila para elite mampu bersatu dan bekerja sama. Menurutnya, hal itu bercermin dari sejarah bangsa-bangsa lain.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

"Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, itu bangsa yang bangkit," kata Prabowo.

Menurutnya, ketidakmampuan para elite untuk bersatu justru menjadi salah satu penyebab sebuah negara sulit berkembang. 

“Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya, ini sejarah mengajarkan,” ujar dia.

Prabowo kemudian mencontohkan sejumlah konflik yang masih berlangsung di berbagai kawasan dunia, mulai dari Eropa hingga Timur Tengah.

“Lebanon sekarang seperti itu. Iran, seluruh negara Teluk, Yaman, kita lihat tiap hari. Perang di Afghanistan, perang di Myanmar, perang antara Thailand dan Kamboja. Di tengah semua ini, kuncinya antara lain adalah elit yang tidak bisa bekerja sama,” ungkapnya.

Prabowo mengajak lebih dari 2.600 rektor, akademisi, peneliti, serta tokoh yang hadir dalam sarasehan tersebut untuk bersama-sama merenungkan arah kemajuan bangsa. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas nasional demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Prabowo juga menekankan komitmennya dalam menjaga iklim demokrasi Indonesia tetap kondusif. Ia mengaku selalu mengedepankan pendekatan persuasif sebagai pemimpin yang dipilih secara demokratis.

“Saya maju ke rakyat lima kali meminta mandat. Empat kali saya tidak diberi mandat, empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang mendapat mandat,” kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE