Pramono Klaim Jakarta Kini Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi dalam Peringkat Kota Global
Jakarta kini berada di atas sejumlah kota besar dunia seperti Washington DC di Amerika Serikat dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.
IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global dunia terus membaik.
Bahkan, dia mengklaim, Jakarta kini berada di atas sejumlah kota besar dunia seperti Washington DC di Amerika Serikat dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat memberikan sambutan pada pembukaan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).
Pramono mengatakan peningkatan peringkat tersebut merupakan hasil berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan daya saing ibu kota di tingkat global.
"Ketika saya dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu indeks kota globalnya nomor 74 dan alhamdulillah dalam 10 bulan naik menjadi 71. Dan 2-3 minggu yang lalu dilakukan survei oleh lembaga internasional yang berpusat di Brussels, kota-kota ibu kota dunia, dari 100 kota dunia, Jakarta ranking 53," katanya.
Pramono menilai capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan posisi Jakarta di kancah global. Bahkan dia menyebut ranking Jakarta menyalip kota besar dunia seperti Washington DC dan Abu Dhabi.
"Dan Jakarta lebih bagus dari Washington DC, yang penting itulah. Lebih bagus juga dari Abu Dhabi dan sebagainya," katanya.
Menurut Pramono, Jakarta harus terus menjaga posisinya sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional.
Dia melanjutkan, Jakarta memiliki karakter berbeda dibanding kota-kota lain di Indonesia karena menyandang status sebagai kota global, pusat perekonomian, dan masih menjadi ibu kota negara.
"Jakarta adalah etalase atau role model. Dan inilah yang harus dijaga bersama-sama sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional," kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono juga menyinggung kontribusi Jakarta terhadap pertumbuhan perekonomian nasional yang mengalami peningkatan. Jika sebelumnya berada di angka 16,16 persen, kini kontribusi Jakarta mencapai 16,67 persen.
"Ada kenaikan yang cukup signifikan kurang lebih 0,5 persen. Dan relatif pertumbuhan ekonomi Jakarta stabil, inflasinya jauh lebih rendah dari inflasi nasional. Inilah yang harus kita jaga bersama-sama," kata Pramono.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut Jakarta memegang peran penting bagi perekonomian Nasional. Menurut dia, 16,67 persen pertumbuhan ekonomi nasional disumbang oleh Jakarta.
"Jakarta adalah kunci. 16,67 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia disumbang oleh Jakarta. Sekitar seperlima inflasi nasional bergantung dari stabilitas harga di Jakarta. Dengan demikian, menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia," kata Iwan.
Iwan melanjutkan, salah satu sektor yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Jakarta adalah ekonomi kreatif. Sektor tersebut dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang tinggi melalui ide, inovasi, kreativitas, teknologi, dan budaya.
"Kota-kota besar di dunia kita saksikan seperti London, Paris, New York, Seoul, Tokyo, dan Beijing telah membuktikan bahwa ekonomi kreatif mampu menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, mendorong pariwisata, mentransformasi ruang-ruang kota menjadi lebih menarik dan inovatif, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas di seluruh sektor ekonomi," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)