Pramono Setujui Revitalisasi Anjungan TMII Senilai Rp50 Miliar, Tak Gunakan APBD
Pramono menyetujui revitalisasi Anjungan TMII dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta. Dia mengatakan revitalisasi ini tidak akan menyedot dana dari APBD.
IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyetujui revitalisasi anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta. Pramono mengatakan revitalisasi ini tidak akan menyedot dana dari APBD DKI Jakarta.
"Untuk Anjungan Jakarta di Taman Mini, dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta, kami menyetujui untuk melakukan revitalisasi menggunakan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB)," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Pada tahap awal, alokasi dana dari KLB senilai Rp25 miliar. Tahun selanjutnya pada 2027, akan kembali dialokasikan Rp25 miliar.
"Nilainya adalah alokasi yang pertama Rp25 miliar, nanti tahun depan berikutnya akan diberikan alokasi kurang lebih angka yang sama Rp25 miliar rupiah, semuanya adalah dana dari KLB sehingga tidak menggunakan APBD," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di jalur pedestarian. Hal ini untuk mengembalikan pedestarian sebagai area aman untuk para pejalan kaki.
"Hal yang berkaitan dengan pedestrian. Kami meminta kepada jajaran Satpol PP untuk melakukan penertiban kepada PKL-PKL, apakah itu PKL liar maupun binaan," kata Pramono.
Tak hanya pedagang, penertiban juga akan menyasar para pengemudi Ojek Online (Ojol) yang biasa parkir atau mangkal di pedestarian.
"Termasuk ojol untuk tidak sembarangan memarkir kendaraan ataupun dagangannya di tempat-tempat yang akan ditata oleh Pemerintah DKI Jakarta," katanya.
Pemprov DKI Jakarta sedang mengebut penataan area pedestarian, salah satunya di Jalan Rasuna Said. Ia mengatakan tiang monorel mangkrak di sepanjang jalan Rasuna Said kini telah selesai dilakukan pembongkaran.
"Saya juga bersyukur mengucapkan terima kasih kepada Bina Marga bahwa monorel yang berjumlah 109, sekarang ini per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan," ucap Pramono.
Lokasi bekas monorel ini rencananya akan dibangun peristirahatan, selokan hingga taman atau ruang terbuka hijau.
"Mudah-mudahan bulan Juni, saya sudah memberikan target untuk monorel ini bisa diselesaikan," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)