News

Profil Juwono Sudarsono, Arsitek Reformasi Pertahanan Indonesia yang Baru Berpulang

Danandaya Arya Putra 28/03/2026 17:46 WIB

Juwono meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Profil Juwono Sudarsono, Arsitek Reformasi Pertahanan Indonesia yang Baru Berpulang

IDXChannel - Kabar duka datang dari dunia pemerintahan dan akademik Indonesia. Juwono Sudarsono, tokoh sipil yang dikenal sebagai arsitek reformasi sektor pertahanan nasional, meninggal dunia.

Juwono meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).

Semasa hidupnya, almarhum Juwono pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2000). Dia juga sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional pada 2001.

Kariernya berlanjut menjadi Duta Besar RI untuk Inggris (2003-2004). Dia kemudian kembali dipercaya menduduki posisi Menteri Pertahanan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009).

Juwono Sudarsono merupakan salah satu figur penting dalam perjalanan reformasi Indonesia, khususnya dalam membangun sistem pertahanan yang profesional dan berada di bawah kendali sipil.

Pemikiran dan kontribusinya menjadi fondasi dalam memperkuat hubungan antara militer dan pemerintah di era demokrasi.

Almarhum juga dikenal konsisten mendorong profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta memperkuat prinsip supremasi sipil dalam tata kelola pertahanan negara. Ia juga aktif dalam berbagai forum internasional, membawa perspektif Indonesia dalam isu keamanan regional dan global.

Di dunia akademik, Juwono Sudarsono merupakan sosok yang disegani. Ia lama mengabdikan diri sebagai pengajar di Universitas Indonesia dan dikenal luas sebagai pakar hubungan internasional serta studi pertahanan. Pemikirannya kerap menjadi rujukan bagi mahasiswa, peneliti, hingga pengambil kebijakan.

Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Warisan gagasan dan dedikasinya di bidang pertahanan dan pendidikan akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan reformasi nasional.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE