Purbaya Bakal Aktifkan Lagi Satgas BLBI demi Pulihkan Aset Negara
Kemenkeu berencana mengaktifkan kembali Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) untuk memulihkan aset negara.
IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengaktifkan kembali Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) setelah mandatnya berakhir pada Desember 2024. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan aset-aset negara yang dicuri koruptor.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pengaktifan kembali Satgas BLBI tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, dia menekankan prosesnya tidak akan bisa dilakukan dalam waktu dekat karena Kemenkeu masih fokus memperbaiki tatanan internal, termasuk menunggu pergantian sejumlah posisi pejabat tersebut.
Purbaya mengatakan, tugas Satgas BLBI belum selesai meski mandatnya berakhir. Dia menyoroti hingga saat ini masih terdapat berbagai permasalahan serta aset negara yang belum sepenuhnya tuntas ditangani. Oleh karena itu, dia berencana menyusun ulang strategi penanganan BLBI agar pelaksanaannya ke depan dapat berjalan lebih sistematis.
"Satgas BLBI kan habis tahun lalu ya, Desember 2024. Jadi sudah enggak ada ini. Cuma masih ada ranahnya berkeliaran sana-sini kan," katanya di Jakarta dikutip Sabtu (25/4/2026).
Dia tak menampik soal proses restrukturisasi saat ini sedang terhambat oleh fase transisi kepemimpinan. Ketua Satgas BLBI saat ini yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Rionald Silaban, akan memasuki masa purnabakti.
Hal tersebut menyebabkan koordinasi antarinstansi belum berjalan secara optimal untuk memutuskan langkah strategis selanjutnya. "Jadi saya akan rapikan nanti bareng dengan pejabat baru," ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa pemerintah tetap berupaya keras memulihkan aset negara yang masih memiliki nilai ekonomi. Namun, tindakan tersebut akan dilakukan secara selektif berdasarkan urgensi kasus, agar tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu di pasar.
"Kalau masih banyak uangnya (tunggakan) kita kejar. Tapi saya enggak mau cuma ribut-ribut, enggak ada duitnya," ujarnya.
Menurut Purbaya, pendekatan yang terlalu agresif tanpa landasan yang kokoh berisiko menciptakan kepanikan di kalangan pelaku usaha. Sebab sentimen negatif dapat memicu reaksi berlebihan dari investor.
(Rahmat Fiansyah)