News

Salah Sasaran, 3 Pesawat Tempur AS Ditembak Militer Kuwait

Rahmat Fiansyah 02/03/2026 19:35 WIB

Insiden jatuhnya tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat (AS) akhirnya terkuak.

Insiden jatuhnya tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat (AS) akhirnya terkuak. (Foto: Dok. Air Force)

IDXChannel - Insiden jatuhnya tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat (AS) akhirnya terkuak. Jet tersebut ditembak secara tak sengaja oleh pertahanan udara Kuwait.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh The United States Central Command (CENTCOM) yang menyatakan bahwa insiden yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) tersebut akibat kesalahpahaman militer Kuwait. 

Seluruh kru pesawat dinyatakan selamat akibat insiden tersebut dan saat ini dalam kondisi stabil.

"Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait serta dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini," kata CENTCOM dilansir Al Jazeera, Senin (2/3/2026).

CENTCOM tak mengungkapkan alasan salah tembak tersebut bisa terjadi. Namun, penyebabnya masih diinvestigasi lebih lanjut. "Informasi tambahan akan dirilis jika sudah tersedia," ujarnya.

Sebelumnya, video jatuhnya pesawat tempur F-15E Strike Eagle viral di media sosial. Pesawat tersebut tampak berasap dan terlihat berputar dan menukik ke bawah. 

Sementara video lain menunjukkan dua pilot berhasil melontarkan diri dari pesawat. Keduanya turun dalam keadaan selamat di darat dan dibantu warga setempat.

Kementerian Pertahanan Kuwait sebelumnya membenarkan adanya peristiwa ini dan berkoordinasi dengan AS untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Aksi Penembakan itu terjadi setidaknya di dua lokasi yang berbeda. Salah satunya dekat kota Al-Jahra yang berlokasi 32 kilometer di sebelah barat Kuwait City.

Keberadaan pesawat tempur F-15 tersebut merupakan bagian dari "OPERATION EPIC FURY", operasi militer yang bertujuan untuk menggulingkan rezim di Iran. Namun, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara mulai dari Israel hingga Kuwait yang menjadi basis pangkalan militer AS.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE