Sekolah Rakyat Harus Miliki SOP Serupa, Kualitas Layanan Tak Boleh Berbeda
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta kepada seluruh sekolah Rakyat menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang sama.
IDXChannel - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta kepada seluruh sekolah Rakyat menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang sama di setiap daerah.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada perbedaan kualitas layanan antarsekolah, baik dalam aspek pembelajaran, kesehatan, pengasuhan, ibadah, hingga kehidupan di asrama.
"Semua harus terprotokol dan terdokumentasi dengan baik. Tidak boleh ada Sekolah Rakyat yang kualitas layanannya jauh berbeda dengan yang lain,” kata Mensos dikutip Sabtu (30/5/2026).
Gus Ipul menyatakan bahwa seluruh pengelola Sekolah Rakyat bersiap menghadapi babak baru penyelenggaraan Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi secara bertahap tahun ini.
“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda. Kepala sekolah harus bertransformasi dari pengelola program menjadi pemimpin institusi pendidikan unggulan,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat permanen harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya. Hal ini lantaran kompleks pendidikan yang dibangun di atas lahan 7 hektare hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA kelak membutuhkan tata kelola yang jauh lebih matang.
Seluruh unsur di lingkungan sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asuh, hingga petugas kebersihan pun memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.
“Mulai sekarang, bukan nanti. Kesiapan harus dibangun jauh sebelum Sekolah Rakyat permanen diresmikan,” tuturnya.
Gus Ipul juga meminta pengelolaan asrama dilakukan secara profesional karena asrama merupakan ruang pembentukan karakter siswa selama 24 jam. Untuk mendukung hal tersebut, Kemensos akan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan CCTV di berbagai titik sekolah.
“Anggap seperti mengelola hotel bintang lima. Bagaimana toiletnya, bagaimana tata kelolanya, bagaimana SDM-nya. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” pungkasnya. (Wahyu Dwi Anggoro)