News

Sepakat Gencatan Senjata, Iran-AS Gelar Pembicaraan di Islamabad Pakistan pada Jumat Pekan Ini

Febrina Ratna Iskana 08/04/2026 10:09 WIB

Iran dan AS akan melakukan pembicaraan yang dimulai di Ibu Kota Pakistan, Islamabad, pada Jumat, berdasarkan proposal 10 poin Teheran.

Sepakat Gencatan Senjata, Iran-AS Gelar Pembicaraan di Islamabad Pakistan pada Jumat Pekan Ini. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Iran telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat (AS), dengan Dewan Keamanan Nasionalnya mengatakan pembicaraan dengan Washington akan dimulai di Ibu Kota Pakistan, Islamabad, pada Jumat (10/4/2026), berdasarkan proposal 10 poin Teheran.

Pernyataan pada Rabu itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia menunda ancaman untuk mengakhiri peradaban Iran dan akan menangguhkan serangan terhadap negara itu selama dua minggu.

Trump mengatakan gencatan senjata itu bergantung pada persetujuan Iran untuk "pembukaan yang lengkap, segera, dan aman" di Selat Hormuz, jalur air yang menghubungkan Teluk Persia ke Laut Arab dan tempat seperlima pasokan minyak global melintas, seperti dilansir dari Aljazeera, Rabu (8/4/2026).

Blokade sebagian Iran terhadap selat tersebut, yang diberlakukan setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu, telah mengganggu perdagangan global, menaikkan harga minyak, dan menyebabkan kekurangan bahan bakar di seluruh dunia.

Serangan balasan Iran juga telah bergema di seluruh Teluk dan melibatkan Hizbullah Lebanon dan Houthi Yaman, yang keduanya telah melancarkan serangan terhadap Israel, secara signifikan memperluas konflik.

Trump mengatakan dalam pernyataan Truth Social-nya bahwa AS telah "memenuhi dan melampaui" semua tujuan militernya dan "telah sangat jauh dalam mencapai Kesepakatan definitif mengenai Perdamaian Jangka Panjang dengan Iran".

Ia mengatakan AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi. AS dan Iran telah menyepakati "hampir semua poin perselisihan", katanya, dan bahwa periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang berbicara atas nama Dewan Keamanan Nasional Iran, mengkonfirmasi kesepakatan Teheran.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, angkatan bersenjata kita yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” katanya dalam sebuah unggahan di X.

Araghchi mengatakan bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran, dan bahwa keputusan tersebut diambil mengingat penerimaan Trump terhadap kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar untuk negosiasi.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa pihak-pihak yang bertikai telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan tempat lain.

Langkah ini “berlaku segera”, tulisnya di X.

Sharif mengucapkan terima kasih kepada AS dan Iran dan menyampaikan undangan kepada delegasi mereka ke Islamabad pada Jumat, 10 April 2026, untuk bernegosiasi lebih lanjut guna mencapai kesepakatan yang konklusif untuk menyelesaikan semua perselisihan.

Menurut Dewan Keamanan Nasional Iran, proposal 10 poinnya menyerukan dominasi dan pengawasan Iran atas Selat Hormuz, yang menurut mereka akan memberikan Iran posisi ekonomi dan geopolitik yang unik.

Proposal tersebut juga menyerukan penarikan semua pasukan tempur AS dari pangkalan di Timur Tengah dan penghentian operasi militer terhadap kelompok-kelompok bersenjata sekutu di seluruh wilayah tersebut.

Proposal tersebut selanjutnya menuntut kompensasi penuh atas kerusakan perang, serta pencabutan semua sanksi oleh AS, Dewan Keamanan PBB, dan Badan Energi Atom Internasional.

Proposal tersebut juga menyerukan pembebasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri dan ratifikasi setiap perjanjian akhir dalam resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.

Dewan tersebut mengatakan bahwa meskipun Teheran telah menyetujui pembicaraan, mereka melakukannya dengan ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika.

Dewan tersebut mengatakan Iran akan mengalokasikan dua minggu untuk negosiasi ini dan bahwa jangka waktu tersebut dapat diperpanjang dengan persetujuan para pihak.

Dewan tersebut menambahkan bahwa Iran siap untuk merespons dengan kekuatan penuh segera setelah kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh.

Di sisi lain, belum ada komentar dari Israel terkait gencatan senjata AS-Iran dan rencana pertemuan di Islamabad, Pakistan pada Jumat mendatang.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE