Tembus Pasar Inggris, Indonesia Ekspor 10 Ton Kopi Senilai Rp2,64 Miliar
Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi melepas pengapalan ekspor 10 ton biji kopi mentah.
IDXChannel - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi melepas pengapalan ekspor 10 ton biji kopi mentah produksi Java Halu Coffee menuju pasar Inggris dengan nilai mencapai USD 155 ribu atau sekitar Rp2,64 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa keberhasilan pengapalan kopi Java Halu Coffee ke pasar Eropa semakin membuktikan keunggulan mutu kopi Indonesia di kancah internasional.
Momen pelepasan ekspor komoditas unggulan yang berlangsung belum lama ini digadang-gadang menjadi capaian krusialnya kolaborasi terpadu antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di dalam ekosistem ekspor nasional.
“Pelepasan ekspor kali ini merupakan bukti nyata bahwa UMKM yang diberikan wadah dan pendampingan tepat sanggup menembus pasar dunia. Semoga pelepasan ekspor ini menjadi pemantik semangat bagi UMKM kopi lainnya di Jawa Barat dan seluruh Indonesia untuk berani mendunia,” ujar Puntodewi dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Menurut Puntodewi, keberhasilan ekspor Java Halu Coffee dapat dijadikan sebagai percontohan nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membina UMKM agar berorientasi ekspor.
Dia berharap kolaborasi antara Kemendag dan Pemprov Jawa Barat dapat memicu lebih banyak pelaku usaha kopi di Jawa Barat maupun wilayah nusantara lainnya untuk terus mengerek kualitas produk, memperkuat daya saing, serta menangkap peluang pasar luar negeri.
Puntodewi turut menyoroti konsistensi Java Halu Coffee yang secara berkesinambungan memperluas jangkauan pasar internasional sejak 2019. Hingga saat ini, penetrasi produk Java Halu Coffee telah diterima di berbagai negara mitra dagang strategis, antara lain kawasan Timur Tengah, Jepang, Australia, Korea Selatan, Turki, Inggris, hingga Amerika Serikat.
“Rekam jejak Java Halu Coffee di panggung internasional cukup jelas. Pada 2023, Java Halu Coffee kami fasilitasi untuk tampil pada World of Coffee di Athena, Yunani, serta International Coffee & Chocolate Exhibition di Riyadh, Arab Saudi. Kami juga mengapresiasi konsistensi Java Halu Coffee yang hadir di Trade Expo Indonesia hampir setiap tahun,” ujar Puntodewi.
Di samping capaian ekspor biji mentah, Puntodewi mengingatkan bahwa pengembangan industri kopi nasional tidak boleh hanya bergantung pada komoditas mentah. Indonesia dinilai perlu mempercepat hilirisasi produk olahan kopi yang bernilai tambah tinggi, sekaligus memperkokoh identitas dan kekuatan merek kopi Indonesia di etalase global.
“Indonesia tidak kekurangan kopi berkualitas. Kita memiliki kopi dari berbagai daerah dengan karakteristik dan cita rasa yang berbeda. Keunggulan tersebut perlu diterjemahkan menjadi diferensiasi produk dan kekuatan merek yang mampu memberikan nilai tambah lebih tinggi,” urai Puntodewi.
Dia menambahkan, penguatan produktivitas di sektor hulu wajib berjalan selaras dengan pembenahan mata rantai pasok. Jalur distribusi dari tingkat petani harus terhubung secara efisien dengan unit pengolah, agregator, pemanggang atau roastery eksportir, hingga pembeli internasional. Selain itu, pemenuhan aspek ketertelusuran dan prinsip keberlanjutan dipandang kian mutlak untuk menjawab standar regulasi pasar internasional yang semakin ketat.
“Semakin besar nilai tambah yang kita ciptakan di dalam negeri, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat dan semakin luas kesempatan kerja yang tercipta,” tuturnya. (Wahyu Dwi Anggoro)