News

Tingkatkan Antisipasi Virus Nipah, Thailand Perketat Pemeriksaan di Bandara Internasional

Mei Sada 27/01/2026 12:29 WIB

Belum ada kasus infeksi NiV di Thailand, tetapi pemerintah setempat meningkatkan antisipasi untuk pencegahan penularan awal.

Tingkatkan Antisipasi Virus Nipah, Thailand Perketat Pemeriksaan di Bandara Internasional. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Otoritas kesehatan Thailand memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara internasional, menyusul laporan kemunculan infeksi virus Nipah (NiV) dari India, meskipun sampai saat ini belum ada kasus NiV terdeteksi di Thailand. 

Melansir The Thaiger (27/1/2026), pengetatan skrining ini merupakan upaya pemerintah setempat antisipasi yang cukup agresif untuk melindungi masyarakat dan wisatawan.  

Pemeriksaan diperketat di beberapa bandara utama seperti Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket International Airport. Mereka fokus pada penumpang yang tiba dari wilayah yang menjadi zona risiko tinggi. 

Upaya ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan masuknya virus ke dalam negeri. Langkah pemeriksaan yang diterapkan di bandara antara lain:

Pemeriksaan ini mirip dengan protokol yang digunakan saat pandemi Covid-19. Menurut pejabat pemerintah Thailand, hingga kini belum ada kasus Nipah yang dikonfirmasi di negara tersebut. 

Namun karena virus Nipah dianggap sangat berbahaya dan belum memiliki vaksin atau pengobatan khusus, pengawasan pun makin diperketat khususnya pada pintu masuk internasional. 

Pemerintah juga memerintahkan departemen terkait untuk terus memantau situasi, memperluas koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta memastikan sistem kesehatan siap jika diperlukan.  

Sebagai informasi, virus Nipah adalah penyakit zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah (fruit bats) sebagai salah satu reservoir alami virus ini, atau pembawa virus. 

Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau melalui makanan yang terkontaminasi. Infeksi Nipah pada manusia dapat menyebabkan gejala serius seperti demam tinggi, ensefalitis (radang otak), serta gangguan pernapasan. 

Karena tingkat kematian akibat infeksi Nipah diperkirakan sangat tinggi dan belum tersedia vaksin atau pengobatan khusus, langkah pencegahan menjadi salah satu strategi utama yang dilakukan oleh negara-negara di kawasan.  


(Nadya Kurnia)

SHARE