News

Tips Pencegahan Infeksi Virus Hanta dari Ahli Epidemiologi UI, Ini yang Harus Diperhatikan

Niko Prayoga 11/05/2026 11:52 WIB

Menurut ahli epidemiologi UI, langkah dasar yang paling krusial dalam memutus rantai penularan adalah menjaga jarak aman dari orang yang menunjukkan gejala.

Tips Pencegahan Infeksi Virus Hanta dari Ahli Epidemiologi UI, Ini yang Harus Diperhatikan. (Foto: RS JIH)

IDXChannelAhli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) membeberkan sejumlah tips berikut cara mencegah penularan virus hanta di lingkungan sehari-hari. Kasus infeksi virus ini membuat masyarakat mengkhawatirkan pandemi. 

Virus hanta masih menjadi sorotan, perbincangan sekaligus kekhawatiran publik dengan kasus suspek di Indonesia. Meskipun ahli menyebut penularan di ruang terbuka sangat minim, kewaspadaan dan upaya pencegahan harus tetap dilakukan.

Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan langkah dasar yang paling krusial dalam memutus rantai penularan adalah menjaga jarak aman dari orang yang menunjukkan gejala sakit, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan.

"Pertama, kalau ada orang sakit flu, jangan deketin orang sakit flu. Kan kita nggak tahu flu-nya kenapa," kata Pandu.

Selain itu, kebersihan lingkungan rumah juga harus dijaga, terutama area dapur. Tujuannya untuk menghindari kontaminasi dari hewan pembawa virus, yaitu tikus. Masyarakat dianjurkan lebih disiplin dalam menyimpan makanan agar tidak terjamah oleh tikus.

"Menjaga kebersihan, sering cuci tangan, terus di rumah, di dapur, itu semua makanan dan minuman ditutup. Jangan sampai ada binatang yang bisa mengontaminasi. Kita enggak tahu apakah tikus dan sebagainya. Kalau ada di rumahnya banyak sarang tikus, segera dimusnahkan sarang tikusnya," jelas dia.

Pandu mengingatkan bahwa tikus atau rodent merupakan inang pembawa virus Hanta ke lingkungan manusia. Maka dari itu, kebersihan tangan tetap menjadi tameng pertahanan yang sangat efektif. 

"Yang penting menjaga kebersihan, cuci tangan itu powerful sekali," tegas Pandu.

Lebih lanjut, jika virus sudah mulai menular antarmanusia, penggunaan masker menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan guna mencegah droplet. Bagi masyarakat yang sudah merasakan gejala menyerupai flu atau demam, ia menyarankan untuk segera melakukan tindakan medis guna menghindari terjadinya komplikasi. 

"Misalkan berobat, minum obat, banyak minum, kan demam nggak enak, kalau sakit flu nggak enak demam. Jangan sampai ada komplikasi dan infeksi lainnya,” tutur dia.

Terakhir, Pandu juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi tubuh bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes. Hal itu agar penanganan gejala dapat dilakukan dengan tepat dan terukur.

"Misalnya, ada gula darah tinggi yang harus diobati dengan benar," pungkas Pandu.


(Nadya Kurnia)

SHARE