News

Trump Ancam Tangkap Penerus Maduro Jika Tak Penuhi Keinginan AS

Wahyu Dwi Anggoro 05/01/2026 10:58 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan pemimpin baru Venezuela dapat mengalami nasib yang lebih buruk dari Nicolas Maduro

Trump Ancam Tangkap Penerus Maduro Jika Tak Penuhi Keinginan AS. (Foto: AP)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan pemimpin baru Venezuela dapat mengalami nasib yang lebih buruk dari Nicolas Maduro jika tidak memenuhi keinginannya.

Dilansir dari The Guardian pada Senin (5/1/2026), AS melancarkan agresi militer di Venezuela dan menangkap Maduro pada Sabtu. Maduro dibawa ke AS untuk diadili atas dakwaan terorisme dan penyelundupan narkotika.

Seusai operasi militer tersebut, Trump mengatakan AS akan mengendalikan pemerintahan Venezuela. Dia juga mengklaim pengganti Maduro, Wakil Presiden Delcy Rodriguez, bersedia untuk memenuhi keinginan AS.

Namun, Rodriguez membantah pernyataan Trump tak lama kemudian. Dia menyatakan kesetiaannya terhadap Maduro dan menegaskan negaranya tidak akan menjadi jajahan asing.

Mahkamah Agung Venezuela mengonfirmasi Rodriguez sebagai presiden sementara hingga kembalinya Maduro. Petinggi Venezuela kompak menyatakan dukungannya terhadap Rodriguez.

Meskipun Rodriguez menunjukkan sikap menantang di depan umum, isi percakapan pribadinya dengan para pejabat AS tidak jelas.

"Jika dia (Rodriguez) tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro," kata Trump kepada Atlantic.

Para pejabat AS mengatakan Washington tetap menempatkan pasukan berkekuatan 15.000 orang di Karibia dan mungkin akan melakukan intervensi militer baru jika Rodriguez, tidak memenuhi tuntutan mereka.

Tokoh oposisi Venezuela, Edmundo Gonzalez Urrutia, mengatakan bahwa penggulingan Maduro adalah "langkah penting, tetapi belum cukup untuk mengembalikan demokrasi ke negara itu.

"Momen ini merupakan langkah penting, tetapi belum cukup," katanya dalam unggahan di Instagram dari pengasingannya di Spanyol.

Dalam serangkaian wawancara televisi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengecilkan kemungkinan invasi atau pendudukan Venezuela. 

"Tidak ada perang. Maksud saya, kita sedang berperang melawan organisasi perdagangan narkoba, bukan perang melawan Venezuela. Kita tidak menurunkan pasukan AS di medan perang," katanya kepada NBC.

"Ini bukan invasi. Ini bukan operasi militer yang berkepanjangan," katanya.

 Menurut Rubio AS akan terus memberlakukan blokade di perairan Venezuela untuk memblokir masuk dan keluarnya kapal tanker minyak guna menekan penerus Maduro, 

"Kami akan membuat penilaian berdasarkan apa yang mereka lakukan, bukan apa yang mereka katakan di depan umum," kata Rubio merespons sikap Rodriguez yang menolak bekerja sama dengan AS.

"AS memiliki berbagai opsi untuk merespons jika para pemimpin Venezuela tidak mengambil keputusan yang tepat," kata Rubio. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE