3 Keutamaan Bagi-Bagi Makanan selama Bulan Suci Ramadan, Manfaatnya bagi Muslim
Dalam ajaran Islam, amalan memberi makan orang lain memiliki nilai ganjaran yang besar dan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dianjurkan.
IDXChannel—Selama bulan suci Ramadan, banyak orang memanfaatkan momentum untuk memperbanyak sedekah dengan berbagi takjil dan makanan berbuka secara rutin. Ajang saling berbagi ini bukanlah sebatas tradisi.
Melansir laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (24/2/2026), memberi makan orang yang berpuasa adalah perbuatan mulia yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memperkuat solidaritas dan rasa empati di tengah masyarakat.
Dalam ajaran Islam, amalan memberi makan orang lain memiliki nilai ganjaran yang besar dan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dianjurkan selama bulan Ramadan berlangsung.
Apalagi, tidak semua orang memiliki keistimewaan untuk berbuka dengan takjil dan makanan yang layak. Oleh sebab itu, meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial selama bulan puasa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan para pemuka agama.
Biasanya, masjid-masjid besar akan menyediakan takjil dan makanan untuk berbuka bagi siapa pun yang datang ke masjid. Makanan itu diperoleh dari sedekah masyarakat selama bulan Ramadan.
Ketika seseorang membantu menyediakan hidangan berbuka, dia turut berperan dalam membahagiakan dan melapangkan hati orang yang berpuasa. Tindakan ini mencerminkan nilai kepedulian dan kasih sayang yang sangat ditekankan dalam Islam.
3 Keutamaan Bagi-Bagi Makanan selama Bulan Suci Ramadan
Berikut ini adalah beberapa keutamaan yang diperoleh saat membagikan makanan untuk orang berpuasa:
1. Mendapatkan Pahala yang Besar
Memberi makan kepada orang yang berpuasa diganjar pahala yang besar karena membantu mereka menyempurnakan ibadah puasanya. Karena dengan berbagi, Anda membantu orang lain yang sedang kurang mampu untuk makan secara kayak.
Anda juga berarti berbagi kesenangan, rezeki, dan nikmat kepada orang lain melalui makanan yang dibagi secara gratis tersebut.
2. Meringankan Beban Sesama
Amalan ini menjadi bentuk nyata empati, terutama bagi mereka yang kurang mampu, di mana bantuan makanan berbuka sangat berarti. Sebab tidak semua orang mampu membeli makanan yang layak setelah satu hari menahan lapar dan haus.
3. Meningkatkan Nilai Kepedulian Sosial
Ramadan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas antarumat. Memberi makan kepada orang yang membutuhkan adalah salah satu praktik langsung dari nilai berbagi dan gotong royong yang diajarkan dalam Islam.
Untuk melakukan amalan memberi makan orang yang berpuasa juga bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
- Menyediakan hidangan berbuka untuk keluarga dan tetangga
- Membagikan takjil atau paket makanan kepada masyarakat
- Mendukung program berbagi makanan melalui lembaga zakat atau kegiatan sosial
- Menyantuni fakir miskin agar mereka dapat berbuka dengan layak
Amalan ini bukan hanya berdampak pada penerima, tetapi juga menjadi bekal spiritual bagi pemberinya. Memberi makan orang yang berpuasa menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna untuk meraih keberkahan Ramadan.
(Nadya Kurnia)