Bank BJB Syariah Raih Laba Bersih Rp58,1 Miliar pada 2025
PT Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah) mencetak laba bersih sebesar Rp58,1 miliar pada 2025
IDXChannel - PT Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah) mencetak laba bersih sebesar Rp58,1 miliar pada 2025. Capaian itu lebih rendah 3,6 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp60,3 miiar.
Dalam laporan keuangan yang dikutip Senin (16/3/2026), BJB Syariah membukukan pendapatan Rp1,16 triliun, tumbuh 8,8 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,06 triliun.
Pendapatan margin murabahah mencapai Rp465 miliar, sedangkan pendapatan dari bagi hasil yakni musyakarah dan mudharabah mencapai Rp360 miliar. Selain itu, BJB Syariah juga mencatatkan pendapatan usaha lain sebesar Rp333 miliar.
Dengan demikian, pendapatan total BJB Syariah sebagai mudharib mencapai Rp1,16 triliun. Setelah dipotong bagi hasil dengan pihak ketiga, bank meraih bagi hasil Rp636 miliar, relatif stabil dari 2024 yang sebesar Rp632 miliar.
Kendati demikian, beban usaha BJB Syariah mencapai Rp589 miliar sepanjang 2025, naik 5,5 persen. Beban tenaga kerja dan tunjangan mencapai Rp295 miliar (+4 persen) dan beban umum dan administrasi Rp135 miliar (+18 persen).
Sementara itu, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) turun 29 persen menjadi Rp152 miliar. Hal ini menahan laba bersih BJB Syariah turun lebih dalam, sehingga menghasilkan laba bersih Rp58,1 miliar.
Dalam menjalankan fungsi intermediasi, BJB Syariah telah menyalurkan pembiayaan Rp10,86 triliun, tumbuh 10,8 persen ditopang oleh produk konsumer seperti PPR Sejahtera, MItra Emas, hingga PKP BO II. Kualitas pembayaan juga relatif terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) gross di level 3,8 persen.
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp11,25 triliun, tumbuh 9,1 persen. Peningkatan terjadi baik dari DPK Ritel maupun DPK institusi.
Dari sisi likuiditas, BJB Syariah mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 20 persen, meningkat dibandingkan akhir 2024 yang sebesar 18,7 persen. Adapun Financing to Deposit Ratio (FDR) berada di level 92,35 persen, membaik dibandingkan 2024 yang sebesar 93,65 persen.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (13/3/2026), pemegang saham BJB Syariah sepakat untuk menyisihkan seluruh laba pada 2025 untuk menutupi kerugian. Pasalnya hingga 31 Desember 2025, saldo laba BJB syariah minus Rp350 miliar.
Selain itu, rapat juga menyetujui pencadangan tantiem, jasa produksi, dan CSR pada 2025 sebesar Rp13 miliar. Rinciannya, tantiem Rp2,9 miliar, jasa produksi Rp8,7 miliar, dan CSR Rp1,4 miliar.
BJB Syariah juga menunjuk dua direktur baru, yakni Adie Arief Wibawa sebagai Direktur Bisnis dan Mochamad Roby Asmana sebagai Direktur Operasional. Sementara Ade Suhud Riyadi ditunjuk menjadi Komisaris BJB Syariah.
(Rahmat Fiansyah)