Didominasi Pasar Jakarta, Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Tumbuh hingga 1.688 Persen
Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat pertumbuhan paling agresif dengan realisasi pertumbuhan lebih dari 21.283 persen pada Mei 2026 (ytd).
IDXChannel - Makin memanasnya kondisi geopolitik yang berdampak pada peningkatan ketidakpastian global memantik lonjakan permintaan dan juga harga emas secara signifikan.
Hal ini, di antaranya, dirasakan oleh PT Bank Mega Syariah, yang mengonfirmasi adanya lonjakan pertumbuhan atas pemanfaatan layanan pembiayaan emas yang dimiliki, yaitu Flexi Gold.
Berdasarkan rilis resmi perusahaan, Selasa (9/6/2026), total pembiayaan Flexi Gold Bank Mega Syariah hingga Mei 2026 tercatat mencapai lebih dari Rp43 miliar.
Secara year to date (ytd), nilai tersebut melonjak hingga 1.688 persen dibanding realisasi pembiayaan Flexi Gold sepanjang 2025 lalu, yang tercatat masih sebesar Rp2,42 miliar.
"Capaian ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan diversifikasi aset di tengah dinamika ekonomi global," ujar Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto A Ferary, dalam rilis tersebut.
Tren lonjakan minat masyarakat atas emas tersebut, menurut Benadicto, tidak hanya terjadi secara domestik, namun juga mulai terlihat di pasar internasional, di mana bank investasi global, UBS, bahkan kembali memperbarui prospek pasar komoditasnya dengan menilai bahwa harga emas masih memiliki potensi penguatan dalam jangka menengah hingga panjang.
Meski, diakui bahwa tingkat volatilitas harga dan permintaan diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam jangka pendek, sebagai imbas dari perkembangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Benadicto menjelaskan, terbentuknya tren tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan emas, yang tidak hanya dapat digunakan sebagai instrumen investasi, namun juga sekaligus sebagai bagian dari instrumen perencanaan keuangan jangka panjang.
"Emas memiliki karakteristik yang relatif stabil dalam jangka panjang, serta menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan masyarakat untuk diversifikasi portofolio. Melalui Flexi Gold, kami berupaya menghadirkan akses kepemilikan emas yang lebih mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah," ujar Benadicto.
Flexi Gold sendiri merupakan produk fasilitas pembiayaan emas berbasis syariah milik Bank Mega Syariah, yang memungkinkan nasabah memiliki emas dengan mekanisme yang sesuai prinsip syariah.
Melalui layanan ini, nasabah dapat memperoleh pembiayaan untuk pembelian emas dengan proses yang mudah. Sepanjang periode Januari-Mei 2026, Provinsi Jakarta menjadi kontributor terbesar yang mendominasi 36,6 persen dari total pembiayaan Flexi Gold secara nasional.
Sementara, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mencatat pertumbuhan paling agresif dengan realisasi pertumbuhan lebih dari 21.283 persen pada Mei 2026 (ytd).
"Kami akan terus mengembangkan layanan dan edukasi terkait investasi serta kepemilikan emas berbasis syariah guna memberikan alternatif solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar Benadicto.
Benadicto juga menyatakan bahwa saat ini Flexi Gold menawarkan fleksibilitas bagi nasabah dengan pilihan gramasi emas mulai dari 5 gram hingga 100 gram.
Selain itu, Flexi Gold juga didukung margin yang kompetitif sebesar 11 persen efektif per tahun dengan uang muka ringan mulai dari 10 persen dari nilai pembiayaan.
"Nasabah juga memperoleh berbagai keuntungan tambahan berupa gratis biaya cetak emas fisik, pengiriman, serta asuransi pengiriman. Kombinasi kemudahan, fleksibilitas, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah menjadikan Flexi Gold sebagai salah satu alternatif kepemilikan emas yang praktis dan aman bagi masyarakat," ujar Benadicto.
(taufan sukma)