SYARIAH

Kemenhaj Resmikan Pesawat Hibah Garuda Indonesia untuk Edukasi Manasik Jamaah Haji Aceh

Kunthi Fahmar Sandy 17/02/2026 02:45 WIB

Kehadiran pesawat ini diharapkan memberikan pengalaman manasik bagi calon jamaah haji asal Aceh.

Kemenhaj Resmikan Pesawat Hibah Garuda Indonesia untuk Edukasi Manasik Jamaah Haji Aceh (FOTO:Dok Kemenhaj)

IDXChannel - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak meresmikan pesawat hibah dari Garuda Indonesia yang kini ditempatkan di Asrama Haji Kelas I Aceh, Minggu (15/2/2026). 

Kehadiran pesawat ini diharapkan memberikan pengalaman manasik bagi calon jamaah haji asal Aceh.

Peresmian dilakukan bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

Wamenhaj menegaskan pesawat ini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi fasilitas pembelajaran yang akan membantu jamaah lebih siap secara mental dan teknis sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Pesawat ini kami hadirkan agar jamaah bisa merasakan langsung suasana penerbangan haji. Dengan begitu, saat hari keberangkatan tiba, jamaah sudah lebih tenang, tidak cemas, dan memahami apa yang harus dilakukan,” ujar Dahnil dalam keterangan informasi Senin.

Menurutnya, masyarakat Aceh memiliki ikatan historis kuat dengan lahirnya maskapai nasional melalui pesawat pertama, Seulawah RI-001, yang menjadi cikal bakal penerbangan nasional. 

Karena itu, penempatan pesawat di Aceh juga merupakan bentuk penghormatan pemerintah pusat kepada masyarakat Aceh.

“Sejarah mencatat, pesawat Garuda pertama lahir dari dukungan rakyat Aceh. Maka hari ini, pemerintah ingin memberikan penghormatan sekaligus manfaat nyata bagi jamaah Aceh,” tutur dia.

Pesawat jenis Boeing 737 yang sebelumnya dioperasikan oleh Citilink ini telah dirakit kembali dan dilengkapi fasilitas pendukung sehingga menyerupai kondisi pesawat aktif. 

Nantinya, calon jamaah dapat mempraktikkan secara langsung proses masuk kabin, penyimpanan barang, penggunaan sabuk pengaman, hingga simulasi prosedur selama penerbangan.

“Manasik tidak hanya soal rukun dan wajib haji, tetapi juga kesiapan perjalanan. Kita ingin jamaah, khususnya lansia, merasa aman dan percaya diri sejak dari embarkasi hingga tiba di Tanah Suci,” kata Dahnil.

Dengan fasilitas ini, jamaah terutama lanjut usia diharapkan semakin siap, nyaman, dan khusyuk dalam menjalankan ibadah haji.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE