Menhaj Tekankan Kesehatan Jamaah Haji: Bukan Sekadar Punya Uang, Fisik Harus Siap
Menhaj menekankan kesehatan menjadi salah satu kunci kesiapan jamaah dalam menjalankan ibadah haji.
IDXChannel - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa kesehatan menjadi salah satu kunci kesiapan jamaah dalam menjalankan ibadah haji.
Kesiapan jamaah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga kondisi fisik yang memungkinkan jamaah menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
Dalam arahannya pada Konsolidasi Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Bogor, Menhaj menegaskan bahwa para jamaah haji harus benar-benar siap secara lahir dan batin, bukan sekadar memiliki kemampuan finansial untuk berangkat.
“Saya ingin jamaah haji kita benar-benar siap. Bukan hanya punya uang untuk membayar dan berangkat, tetapi semuanya siap. Situasi di sana siap, secara fisik juga siap," ujar Menhaj dikutip Jumat (9/10/2026).
Menhaj menyampaikan dua hal penting dalam memastikan kesiapan kesehatan jamaah. Pertama, kesiapan kesehatan perlu dipastikan secara serius sejak sebelum keberangkatan melalui pemeriksaan dan pendampingan.
Kedua, tenaga kesehatan harus berani menyampaikan hasil pemeriksaan secara objektif apabila terdapat jamaah yang belum memenuhi kesiapan untuk berangkat.
Jangan ragu, jangan takut, jangan khawatir. Kalau memang tidak bisa berangkat, sampaikan. Kalau hasil datanya, Bapak tidak bisa berangkat, mohon maaf, mungkin bisa dialihkan atau menunggu perbaikan tahun depan,” kata Menhaj.
Menhaj menegaskan, penetapan kesiapan kesehatan bukan dimaksudkan untuk mempersulit jamaah. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan jamaah yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan untuk menjalankan ibadah haji.
Menurut Menhaj, tenaga kesehatan harus menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Setiap keputusan perlu didasarkan pada kondisi kesehatan jemaah, sehingga aspek keselamatan dan kemampuan jamaah dalam menjalankan ibadah tetap menjadi pertimbangan utama.
“Bukan saja bagian dari tugas, tapi bagian dari ibadah,” katanya. Menhaj juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam meningkatkan pelayanan kesehatan haji.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong kerja sama yang lebih intensif dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan, termasuk dalam memperkuat dukungan rumah sakit daerah dan aspek operasional pelayanan kesehatan jamaah.
Menurut Menhaj, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan pelayanan kesehatan haji berjalan lebih terpadu dan memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.
“Ini salah satu upaya kita untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaah haji,” ujarnya.
Menhaj berharap seluruh tenaga kesehatan terus memperkuat komitmen, profesionalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas. Upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan jamaah yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan kesehatan yang memadai dan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan selamat.
(kunthi fahmar sandy)