SYARIAH

Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah, Bumbu Nusantara Bakal Lebih Banyak Ekspor ke Arab Saudi

Kunthi Fahmar Sandy 18/07/2026 07:05 WIB

Ditjen PE2HU terus memperkuat kemitraan strategis sebagai langkah percepatan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah, Bumbu Nusantara Bakal Lebih Banyak Ekspor ke Arab Saudi (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat kemitraan strategis sebagai langkah percepatan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Ditjen PE2HU di Purwokerto, Kamis (17/7).

Sebagai implementasi penguatan kemitraan, Ditjen PE2HU terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jamaah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan makanan siap saji, ekspor bumbu Nusantara ke Arab Saudi, transformasi asrama haji sebagai pusat pengembangan ekosistem ekonomi, optimalisasi pemanfaatan penerbangan empty flight, serta penguatan investasi strategis guna memperluas keterlibatan pelaku usaha nasional dalam rantai pasok haji dan umrah.

Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk nasional, memperluas akses pasar bagi UMKM, meningkatkan efisiensi penyelenggaraan haji dan umrah, serta memperbesar manfaat ekonomi yang dirasakan Indonesia.

Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Tri Hidayatno, mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Diperlukan sinergi antarpemangku kepentingan agar seluruh rantai nilai penyelenggaraan haji dan umrah dapat terintegrasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi jamaah maupun perekonomian nasional.

“Kemitraan lintas sektoral merupakan kunci untuk mengintegrasikan rantai nilai yang kompleks. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan layanan yang semakin profesional bagi jamaah sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk menjadi bagian dari rantai pasok global haji dan umrah,” ujar Tri dikutip Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, pembentukan Ditjen PE2HU menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan ibadah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Menurut Tri, pengembangan ekosistem tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari penyediaan produk halal, konsumsi, logistik, transportasi, akomodasi, layanan kesehatan, keuangan syariah, hingga pariwisata.

Seluruh sektor tersebut dihubungkan melalui kemitraan strategis antara regulator, pengelola dana dan investasi strategis, pelaku usaha, serta mitra internasional sehingga rantai nilai penyelenggaraan haji dan umrah semakin terintegrasi.

“Transformasi haji dan umrah tidak cukup hanya berorientasi pada sukses ritual. Kita juga harus mewujudkan sukses ekosistem ekonomi dan sukses keadaban agar manfaat penyelenggaraan haji dan umrah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Ke depan, Ditjen PE2HU akan mempercepat penyusunan Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, memperluas pemanfaatan produk nasional dalam rantai pasok haji dan umrah, mempercepat integrasi digital antarpemangku kepentingan, serta memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan regulasi.

Melalui langkah tersebut, Ditjen PE2HU menargetkan terwujudnya ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi jamaah, pelaku usaha nasional, dan masyarakat.


(kunthi fahmar sandy)

SHARE