SYARIAH

Satu Jamaah Haji dari Embarkasi Kertajati Meninggal Dunia di Area Imigrasi Bandara Madinah

Achmad Al Fiqri 04/05/2026 07:45 WIB

Kemenhaj melaporkan satu jamaah haji Indonesia berinisial SMP (73), dari Embarkasi Kertajati kloter KJT-14, dilaporkan wafat pada Minggu (3/5/2026).

Satu Jamaah Haji dari Embarkasi Kertajati Meninggal Dunia di Area Imigrasi Bandara Madinah. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan satu jamaah haji Indonesia berinisial SMP (73), dari Embarkasi Kertajati kloter KJT-14, dilaporkan wafat pada Minggu (3/5/2026). SMP menutup usia setelah kesadarannya turun saat mengurus administrasi keimigrasian di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah.

Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir mengatakan, petugas telah melakukan penanganan awal dan merujuk jamaah tersebut ke klinik bandara untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

“Jamaah berinisial SMP, usia 73 tahun, dari Embarkasi Kertajati KJT-14, sempat turun kesadarannya saat proses imigrasi di bandara. Begitu diketahui kondisinya menurun, petugas langsung melakukan penanganan dan jamaah dibawa ke klinik bandara,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Setelah mendapat penanganan di klinik bandara, kata Abdul Basir, jamaah tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun, jamaah dinyatakan wafat setelah menjalani proses rujukan dan penanganan medis.

“Dari klinik bandara, jamaah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk penanganan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jamaah tersebut kemudian dinyatakan wafat,” ujarnya.

Dari data awal, kata dia, tidak ditemukan catatan khusus terkait riwayat penyakit jamaah tersebut. Secara dokumen keberangkatan, jamaah juga telah memenuhi ketentuan istithaah kesehatan dan tergolong memenuhi syarat untuk berangkat haji pada tahun ini.

“Berdasarkan data yang ada, tidak ditemukan catatan khusus ataupun riwayat penyakit tertentu. Dari sisi status istithaah, almarhum masuk dalam kategori memenuhi syarat untuk berangkat haji tahun ini,” katanya.

“Walaupun jamaah sudah memenuhi syarat istithaah, kondisi di lapangan tetap harus terus dipantau. Perjalanan panjang, kelelahan, dan proses kedatangan bisa memengaruhi kondisi fisik jamaah. Karena itu, petugas harus selalu siap melakukan penanganan cepat,” ujar Abdul Basir.

Abdul Basir menyampaikan, setiap peristiwa kedukaan di tengah operasional kedatangan jamaah menjadi pengingat bahwa kehadiran petugas sangat krusial dalam situasi paling rentan yang dialami jamaah.

Dia juga menyampaikan duka cita atas wafatnya jamaah tersebut. Abdul Basir berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Atas nama petugas haji Daerah Kerja Bandara, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang mendampingi diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.

Abdul Basir juga menyampaikan, almarhum telah dimakamkan di Baqi pada pagi hari. Bagi jamaah haji yang wafat sebelum sempat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya, pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.

“Almarhum telah dimakamkan di Baqi tadi pagi. Untuk jamaah haji yang wafat, pemerintah juga akan membadalhajikan sesuai ketentuan. Ini menjadi bagian dari perhatian dan tanggung jawab layanan kepada jamaah,” katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE