Siapkan Nikah Massal, Kemenag Dorong Generasi Muda Siap Mental dan Ekonomi Tak Tunda Pernikahan
Kemenag menargetkan sebanyak 1.448.000 peserta mengikuti kegiatan Rashdul Kiblat secara nasional.
IDXChannel - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam meluncurkan rangkaian program bertajuk Peaceful Muharram 1448 Hijriah untuk menyambut pergantian tahun baru Islam dari 1447 H ke 1448 H yang jatuh pada 16 Juni 2026.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengajak umat Islam menjadikan momentum tahun baru Hijriah sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri.
"Kami ingin mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum tahun baru Hijriah tersebut untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depan, melakukan berbagai macam perubahan agar tahun depan kita menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” kata Abu Rokhmad dalam keterangannya di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Abu, peringatan tahun baru Islam tahun ini akan diisi berbagai kegiatan yang melibatkan banyak kalangan masyarakat. Program tersebut antara lain pemberdayaan kelompok eks narapidana terorisme (napiter), nikah massal, Islamic Wedding Expo, kegiatan untuk generasi muda, hingga gerakan 100.000 khataman Al-Qur’an.
Dia menambahkan, peringatan Muharram tahun ini dirancang lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Saya kira tahun baru Islam 1448 Hijriah ini lebih menarik, lebih variatif daripada peringatan tahun baru Islam sebelumnya,” kata dia.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Gerakan Rashdul Kiblat Nasional yang mengajak masyarakat mengecek dan menyempurnakan arah kiblat di masjid, musala, rumah, hotel, maupun restoran.
"Kegiatannya simpel tapi bisa membuat arah kiblat kita waktu salat itu jauh lebih presisi daripada sebelum-sebelumnya," kata Abu.
Kemenag, kata Abu, menargetkan sebanyak 1.448.000 peserta mengikuti kegiatan Rashdul Kiblat secara nasional.
Selain itu, dalam rangkaian Islamic Wedding Expo, Kemenag juga menghadirkan forum ta’aruf yang ditujukan bagi masyarakat yang telah siap menikah namun belum menemukan pasangan hidup.
“Kami ingin mengajak yang memang sudah sangat serius ingin membina rumah tangga tetapi mungkin belum ketemu dengan jodohnya. Barangkali di forum itu nanti ada kegiatan-kegiatan atau game-game yang menarik sehingga salah satu ikhtiar itu bisa mempertemukan dua orang yang berbeda lawan jenis,” kata Abu.
Dia juga mendorong generasi muda yang telah siap secara fisik, mental, dan ekonomi untuk tidak menunda pernikahan.
“Jangan menunda untuk melakukan pernikahan. Karena pernikahan itu menurut ajaran agama kita mengandung banyak sekali keberkahan. Secara psikologis membuat orang yang menikah itu tenang, fokus pada tujuan hidup, dan mereka jauh menjadi lebih bermakna daripada ketika masih sendirian,” ujarnya.
Abu turut mengimbau masyarakat untuk menghilangkan anggapan bahwa bulan Muharram merupakan bulan yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Kemenag akan menggelar nikah massal pada bulan Muharram untuk menegaskan bahwa bulan pertama dalam kalender Hijriah itu juga merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan akad nikah.
“Kami menghimbau agar Muharram itu jangan dijadikan sebagai bulan yang menurut kepercayaan sebagian orang tabu untuk menikah. Yang penting menikah itu harinya semua hari baik,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)