SYARIAH

Visa 325 Petugas Haji 2026 Belum Terbit, Masih Terkendala Teknis

Riyan Rizki Roshali 15/04/2026 13:30 WIB

Namun, masih ada ratusan visa petugas haji masih dalam proses penyelesaian.

Visa 325 Petugas Haji 2026 Belum Terbit, Masih Terkendala Teknis. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menyatakan, seluruh jamaah haji Indonesia 2026 telah mengantongi visa haji. Namun, masih ada ratusan visa petugas haji masih dalam proses penyelesaian.

“Semua jamaah haji sudah keluar visanya, tinggal 325 petugas haji belum keluar visanya,” kata Irfan dalam konferensi pers, di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Dia menjelaskan, persoalan yang tersisa saat ini lebih kepada kendala administratif dalam proses input data yang tengah diverifikasi.

“Kita cek, investigasi, sebagai kendala teknis. Mungkin kita masukkan datanya belum sesuai,” ujar Irfan.

Meski demikian, dia memastikan, pemerintah bergerak cepat menuntaskan hambatan tersebut agar seluruh petugas dapat berangkat sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kita kejar untuk bisa berangkat pada waktu yang ditentukan,” ujar Irfan.

Menurutnya, seluruh kebutuhan dasar jamaah mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi hingga layanan kesehatan telah disiapkan.

Sementara untuk akomodasi di Makkah, pemerintah menyiapkan 177 hotel yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah.

Sedangkan di Madinah, kata dia, tersedia 100 hotel yang seluruhnya berada di kawasan Markaziyah.

“Di Madinah ada 100 hotel seluruhnya di wilayah Markaziyah sehingga tidak diperlukan kendaraan untuk berjalan ke Masjid Nabawi,” ujar dia. 

Dari sisi konsumsi, pemerintah menyiapkan 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah guna melayani kebutuhan makan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Dia memastikan layanan transportasi juga telah dipastikan siap, mulai dari bus antar kota hingga bus khusus ibadah.

“Transportasi jamaah juga sudah kita siapkan meliputi bis antar kota baik dari Madinah ke Makkah, kemudian dari Jeddah ke Makkah, maupun nanti dari Makkah ke Madinah ataupun dari Makkah ke Jeddah sebagai rute pulang,” kata dia.

Irfan mengungkapkan, bus Shalawat akan beroperasi selama 24 jam untuk mengantar jamaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram. Pemerintah juga menyiapkan bus Masyair untuk mobilitas jamaah selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Dari sektor kesehatan, pemerintah menyediakan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Setiap kelompok terbang (kloter) juga akan didampingi oleh satu dokter dan satu tenaga kesehatan.

“Setiap kloter dari rombongan kita didampingi oleh 1 dokter dan 1 tenaga kesehatan,” katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE