SYARIAH

Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji

Binti Mufarida 14/06/2026 16:03 WIB

Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, ekosistem yang transparan menjadi kunci untuk memberantas kartel haji di Indonesia.

Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji (Foto: dok Kemenhaj)

IDXChannel - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, ekosistem yang transparan menjadi kunci untuk memberantas kartel haji di Indonesia.

“Saya beberapa kali menyebut adanya praktik kartel haji. Sebagian orang mungkin merasa istilah itu terlalu keras,” kata Dahnil dikutip, Minggu (14/6/2026).

Dahnil menggunakan istilah kartel haji karena di sekitar ekosistem haji tumbuh praktik-praktik yang menjadikan jamaah bukan lagi sebagai subjek pelayanan, melainkan objek ekonomi. 

Bahkan, dalam beberapa kasus, praktik ini menggambarkan terdapat kelompok-kelompok yang menikmati keuntungan dari tata kelola tidak yang transparan dalam waktu lama.

“Saya selalu mengatakan bahwa reformasi haji tidak cukup hanya berbicara tentang akomodasi hotel, transportasi, katering, atau tenda. Reformasi yang paling penting adalah membersihkan tata kelola haji dari praktik rente yang menjadikan jemaah sebagai objek keuntungan, jamaah sebagai komoditas,” kata Dahnil.

Menurutnya, pemerintah butuh ekosistem yang transparan untuk membenahi ibadah haji semakin baik tahun ke tahun. Butuh sistem yang membuat setiap transaksi dapat ditelusuri.

“Kita membutuhkan tata kelola yang membuat tidak ada lagi ruang gelap untuk memperdagangkan ketidaktahuan jamaah,” katanya.

Butuh pula pembimbing ibadah yang benar-benar membimbing, bukan memanfaatkan. Termasuk, perlu menumbuhkan lembaga yang hidup dari pelayanan, bukan dari ketergantungan pada jamaah.

Mayoritas pembimbing ibadah, ulama, ustaz, hingga kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) di Indonesia bekerja dengan penuh keikhlasan. Dahnil mengaku menyaksikan para pembimbing haji ini bekerja penuh komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.

Mereka telah berjasa mendampingi jutaan jamaah selama bertahun-tahun. Karena itu, upaya membersihkan praktik rente juga untuk menjaga kehormatan mereka.

“Jangan sampai segelintir oknum merusak kepercayaan masyarakat terhadap begitu banyak pembimbing yang bekerja dengan amanah,” kata dia.

(DESI ANGRIANI)

SHARE