AS Terbitkan Regulasi untuk Batasi Investasi Teknologi terkait China
Departemen Keuangan AS menerbitkan regulasi tentang penerapan instruksi Presiden Joe Biden untuk membatasi transaksi investasi tertentu dengan China.
IDXChannel – Departemen Keuangan AS menerbitkan regulasi tentang penerapan instruksi Presiden Joe Biden untuk membatasi transaksi investasi tertentu dengan China. Pembatasan tersebut melibatkan investasi semikonduktor, kuantum, dan kecerdasan buatan (AI).
"Departemen Keuangan AS hari ini mengeluarkan peraturan final (Final Rule) untuk menerapkan Perintah Eksekutif (Presiden AS Nomor) 14105 tanggal 9 Agustus 2023 (tentang) 'Mengatasi Investasi Amerika Serikat dalam Teknologi dan Produk Keamanan Nasional Tertentu di Negara-negara yang Menjadi Perhatian'," bunyi pernyataan Depkeu AS, Senin (28/10/2024) waktu setempat.
Aturan tersebut melarang warga AS untuk terlibat dalam transaksi tertentu yang melibatkan serangkaian teknologi dan produk tertentu yang dianggap menimbulkan ancaman keamanan nasional yang sangat serius bagi Amerika Serikat. Regulasi tersebut juga mengharuskan warga AS untuk memberi tahu Depkeu tentang transaksi tertentu lainnya yang melibatkan serangkaian teknologi dan produk tertentu yang dapat berkontribusi terhadap ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.
Final Rule yang diterbitkan Depkeu AS itu difokuskan pada kategori transaksi investasi tertentu yang target investasinya memiliki hubungan dengan RRC (Republik Rakyat China) Hong Kong, serta Makau, dan aktivitas yang melibatkan teknologi dan produk sensitif. Terkait transaksi yang tercakup, aturan itu antara lain berlaku untuk akuisisi kepentingan ekuitas oleh warga AS, atau kepentingan ekuitas bersyarat, pembiayaan utang tertentu, investasi greenfield tertentu, atau investasi yang dapat menghasilkan ekspansi perusahaan dan usaha patungan.
Menurut para pejabat AS, ketentuan tersebut akan berlaku bagi perusahaan investasi AS yang mengambil saham ekuitas di produsen semikonduktor canggih di China, serta perusahaan AS yang membeli tanah di China untuk mengembangkan fasilitas penelitian komputasi kuantum.
Selain investasi langsung, investasi tidak langsung melalui induk perusahaan RRC yang menggunakan model AI untuk meningkatkan penargetan intelijen, pengintaian dan pengawasan atau sistem senjata otonom untuk penggunaan militer juga dilarang. "Larangan juga berlaku terhadap investasi tidak langsung pada perusahaan RRC yang mengembangkan atau meningkatkan skala komputer atau jaringan kuantum untuk melemahkan sistem enkripsi," kata pejabat.
(Ahmad Islamy Jamil)