Bos SoftBank Sebut Industri AI Global Butuh Investasi Rp90.000 Triliun per Tahun
CEO SoftBank Group Masayoshi Son menepis kekhawatiran tentang gelembung investasi kecerdasan buatan (AI).
IDXChannel - CEO SoftBank Group Masayoshi Son menepis kekhawatiran tentang gelembung investasi kecerdasan buatan (AI).
“Bertanya apakah AI adalah gelembung merupakan pertanyaan yang bodoh,” kata Son kepada para eksekutif pada acara tahunan perusahaan di Tokyo pekan ini, dilansir dari Bloomberg pada Minggu (19/7/2026).
“AI akan mengubah hidup kita sepenuhnya, dan melakukannya sembari menghasilkan keuntungan," katanya.
Son mendirikan SoftBank lebih dari empat dekade lalu dan merupakan pelopor dalam investasi teknologi di Jepang. Ia adalah pendukung awal AI dan telah menginvestasikan puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS) di perusahaan-perusahaan terkait.
Son mengatakan, industri AI memerlukan investasi sekitar USD5 triliun atau sekitar Rp90.000 triliun setiap tahunnya.
Dana dengan jumlah fantastis itu dibutuhkan untuk memperluas pusat data, meningkatkan produksi chip komputer, dan menyediakan sistem energi serta infrastruktur lainnya untuk AI.
“Pada 2040, sekitar 20 persen dari ekonomi dunia akan digantikan oleh industri terkait AI," katanya.
Raksasa teknologi ini telah menginvestasikan USD34,6 miliar di OpenAI. Mereka menjual sahamnya di pembuat chip komputer Nvidia tahun lalu untuk membebaskan dana untuk investasi lebih lanjut di AI dan pusat data.
SoftBank baru-baru ini memulai bisnis baterai di Jepang untuk membangun infrastruktur tenaga listrik generasi berikutnya sebagai antisipasi terhadap meningkatnya permintaan listrik yang didorong oleh penggunaan AI. (Wahyu Dwi Anggoro)