BYD Beberkan Alasan Belum Luncurkan Mobil PHEV di Indonesia
Persaingan mobil hybrid di Indonesia semakin ketat dengan banyaknya brand yang meluncurkan model tersebut.
IDXChannel - Persaingan mobil hybrid di Indonesia semakin ketat dengan banyaknya brand yang meluncurkan model tersebut.
Hampir seluruh brand asal China menawarkan teknologi PHEV (plug-in hybrid electric vehicle). Tapi, ini tak membuat BYD langsung beralih ke teknologi tersebut.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan kendaraan elektrifikasi, khusus PHEV tembus 3.798 unit. Chery mendominasi pasar dengan penjualan 2.929 unit, di mana Tiggo CSH menjadi model terlaris.
Meski masih fokus pada mobil listrik, BYD tak menutup kemungkinan untuk membawa mobil PHEV ke Indonesia. Namun, mereka masih melakukan studi dan akan mencari waktu yang tepat untuk memperkenalkan teknologi elektrifikasi lainnya.
"Secara plug-in PHEV memang kita akui kita adalah salah satu pemain besar di PHEV. Dan sangat mungkin sekali untuk kita bawa ke Indonesia. Apalagi line-up line-up PHEV kita dan EV kita itu paling complete saat ini di setiap segmen," kata Head of PR & Government BYD Indonesia Luther T Panjaitan di ICE BSD City, Tangerang, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Luther mengungkapkan, pihaknya masih melihat kejelasan mengenai regulasi terhadap mobil PHEV. Sebab harus ada perbedaan antara mobil hybrid biasa dengan PHEV, sehingga BYD masih mempelajari hal tersebut.
"Memang kita saat ini menunggu regulasi yang lebih firm terhadap PHEV. Karena ini harus lebih terlihat berbeda antara plug-in hybrid dengan hybrid biasa," ujarnya.
Kehadiran mobil hybrid diakui Luther bisa memperluas pasar BYD di Indonesia. Sebab, mereka bisa menjangkau konsumen di luar kota-kota besar.
"Sangat mungkin kita bawa di tahun depan untuk melengkapi line-up line-up. Menjadi solusi juga terhadap area-area tertentu yang mungkin masih mengalami masalah di sisi infrastruktur," tuturnya.
(DESI ANGRIANI)