Technology

Gemini AI Milik Google Retas 3 Perusahaan Saat Uji Keamanan

Nia Deviyana 20/09/2026 05:00 WIB

Ini merupakan contoh pertama yang diketahui ketika sistem AI perusahaan tersebut secara otonom melakukan tindakan semacam itu.

Gemini AI Milik Google Retas 3 Perusahaan Saat Uji Keamanan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Gemini, model kecerdasan buatan milik Google mengakses internet dan meretas perusahaan lain saat menjalani pengujian kemampuan keamanan sibernya. Ini merupakan contoh pertama yang diketahui ketika sistem AI perusahaan tersebut secara otonom melakukan tindakan semacam itu.

Melansir Rauters, Sabtu (19/9/2026), peretasan tersebut terjadi pada Mei dalam uji keamanan siber yang dilakukan Irregular, perusahaan independen yang melakukan evaluasi keamanan siber.

Dalam evaluasi pengujian standar, Gemini menemukan informasi yang tersedia untuk publik di internet dan berhasil menebak kredensial untuk mengakses tiga situs web yang termasuk dalam cakupan pengujian.

“Kami memastikan ketiga entitas tersebut mengetahui kejadian ini, dan kami bekerja sama dengan mitra pelatihan kami terkait perubahan yang kini telah mereka lakukan terhadap proses pengujian mereka,” kata Wakil Presiden Google bidang Rekayasa Keamanan Heather Adkins dalam sebuah pernyataan.

Kejadian ini, tambah dia, menyoroti pentingnya melatih model AI yang kuat agar dapat bertindak secara bertanggung jawab.

Juru bicara Irregular mengatakan insiden tersebut melibatkan masalah yang sama yang juga berdampak pada laboratorium AI lainnya dan seluruh laboratorium terkait telah diberi tahu pada akhir Juli. 

“Semua masalah yang kami ketahui di pihak kami telah diperbaiki dan diselesaikan beberapa pekan lalu,” kata juru bicara tersebut.

Insiden serupa yang terkait dengan Irregular juga diungkapkan oleh Meta, Anthropic, dan OpenAI. Meta mengatakan pada Agustus bahwa insiden tersebut tidak melibatkan pelarian dari sandbox maupun serangan siber canggih, sementara Irregular mengatakan pihaknya sedang menyusun praktik terbaik untuk menjalankan evaluasi keamanan siber AI secara aman.

Insiden-insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengamanan yang diperlukan seiring agen AI memperoleh otonomi yang lebih besar serta akses ke internet dan sistem komputer.

Dalam salah satu kasus, model Gemini menebak kata sandi berulang kali hingga berhasil memperoleh akses ke sistem yang dilindungi. Dalam dua kasus lainnya, model tersebut menemukan kredensial di repositori publik yang kemudian memungkinkannya mengakses sistem yang dilindungi, menurut Wall Street Journal, yang pertama kali melaporkan berita tersebut pada Jumat.

Meski demikian, dalam ketiga kasus tersebut, model menghentikan upaya peretasannya.

(NIA DEVIYANA)

SHARE