Technology

Google Bakal Nonaktifkan Fitur AI untuk Anak Sekolah

Wahyu Dwi Anggoro 05/11/2026 13:17 WIB

Google menyatakan akan menonaktifkan perangkat kecerdasan buatan (AI) miliknya untuk para pelajar secara default (pengaturan awal).

Google Bakal Nonaktifkan Fitur AI untuk Anak Sekolah. (Foto: AP)

IDXChannel - Google menyatakan akan menonaktifkan perangkat kecerdasan buatan (AI) miliknya untuk para pelajar secara default (pengaturan awal). 

Langkah ini diambil setelah perusahaan tersebut menuai kritik karena menghadirkan fitur-fitur AI kepada siswa Amerika Serikat (AS), di saat pihak sekolah sendiri masih memperdebatkan bagaimana teknologi tersebut sebaiknya digunakan di dalam kelas.

Raksasa mesin pencari ini mendominasi sektor teknologi di sekolah-sekolah Amerika. Berbagai aplikasi pendidikannya—termasuk Gmail, Docs, dan platform Classroom—digunakan di ruang kelas di seluruh negeri. 

Berdasarkan perubahan yang diumumkan Google melalui sebuah unggahan blog pekan ini, layanan Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Gemini in Search akan dinonaktifkan untuk akun siswa, kecuali jika pihak administrator sekolah mengaktifkannya.

Dilansir dari AFP pada Kamis (5/11/2026), Google menyampaikan bahwa kebijakan baru ini akan diterapkan secara global, dimulai dari AS, namun belum menetapkan tanggal pastinya.

Perubahan ini juga berarti pihak sekolah tidak dapat memberikan akses Google Search kepada siswa tanpa menyertakan fitur-fitur AI di dalamnya.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, baru-baru ini menuduh Google berupaya menggunakan kekuatan monopolinya untuk memaksakan penggunaan AI di sekolah-sekolah.

"Tidak boleh ada perusahaan yang memiliki kekuasaan untuk mendikte bagaimana kita mendidik anak-anak kita," katanya di media sosial.

Dalam sebuah pernyataan di platform X, Google menyatakan kebijakan baru ini merupakan bentuk dukungan bagi sekolah.

"Kami memahami adanya kekhawatiran mengenai siswa yang menggunakan AI untuk mempermudah pengerjaan tugas sekolah secara instan, dan pihak sekolah telah menyampaikan kepada kami bahwa mereka menginginkan kendali atas hal tersebut," ujar Google. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE