Technology

Google Beli Data Maskapai Bangkrut Spirit Airlines Rp178 Miliar untuk Latih AI

Nia Deviyana 18/08/2026 07:00 WIB

Google akan menggunakan data tersebut untuk pengembangan produk dan melatih model kecerdasan buatannya (Artificial intelligence/AI).

Google Beli Data Maskapai Bangkrut Spirit Airlines Rp178 Miliar untuk Latih AI. Foto: AP.

IDXChannel - Google mengakuisisi data internal bisnis dari Spirit Airlines senilai USD10 juta atau senilai Rp178,36 miliar (asumsi kurs Rp17.836). Adapun Spirit Airlines merupakan maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat (AS) yang telah bangkrut setelah dewan direksi perusahaan dan para kreditur utama tidak mencapai kesepakatan terkait rencana dana talangan dari pemerintah AS.

Melansir Reuters, Google akan menggunakan data tersebut untuk pengembangan produk dan melatih model kecerdasan buatannya (Artificial intelligence/AI).

Data yang diakuisisi mencakup email karyawan Spirit Airlines, pesan Microsoft Teams, spreadsheet, kalender, serta data pemasaran, produktivitas, dan operasional.

Data tersebut akan melalui proses penghapusan identitas (de-identifikasi) sebelum penjualan diselesaikan, sehingga tidak akan mencakup informasi pelanggan maupun informasi yang dapat mengidentifikasi seseorang secara pribadi.

Hakim kepailitan AS akan mempertimbangkan persetujuan penjualan data tersebut dalam sidang pengadilan pada Rabu.

Spirit juga menerima tawaran senilai USD7,5 juta dari Mercor, perusahaan yang bergerak di bidang data AI.

Spirit menjual aset-asetnya melalui proses kepailitan setelah menghentikan operasional pada Mei akibat tingginya utang dan biaya bahan bakar.

Pemerintahan Donald Trump sebelumnya mengusulkan bantuan dana senilai USD500 juta untuk mencegah kebangkrutan Spirit Airlines. Usulan ini diajukan meski mendapat penolakan dari beberapa penasihat presiden dan sebagian besar anggota Partai Republik di Kongres. 

Salah satu kreditur terbesar yang menolak rencana penyelamatan ini adalah Ken Griffin's Citadel, hedge fund besar yang memiliki surat utang Spirit dalam jumlah besar. Pihak yang menolak di Kongres dan para kreditur menilai syarat bantuan yang membolehkan pemerintah memiliki hingga 90 persen ekuitas perusahaan hanya akan menurunkan nilai uang mereka jika Spirit pada akhirnya tetap gagal.

(NIA DEVIYANA)

SHARE