Google Kucurkan USD15 Miliar ke Malaysia pada 2027-2028, Buka 9.000 Lapangan Kerja per Tahun
Google berencana untuk membangun data center berskala besar di Selangor dan Negeri Sembilan.
IDXChannel—Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Google, akan mengucurkan investasi senilai USD15 miliar di Malaysia pada 2027 dan 2028. Investasi tersebut ditujukan untuk pembangunan data center, energi bersih, penguatan keamanan air, dan peningkatan keahlian.
Nilai investasi itu setara dengan Rp271,24 triliun selama dua tahun. Melansir Reuters (5/11/2026), Google berencana untuk membangun data center berskala besar di Selangor dan Negeri Sembilan. Sebelumnya, Google telah membangun kompleks data center pertamanya di Elmina Business Park, Selangor.
“Investasi ini sejalan dengan prioritas pembangunan Malaysia, menyediakan fondasi kapasitas komputasi untuk mewujudkan inovasi di seluruh negeri sekaligus menambah sumber daya listrik dan air, seiring dengan peningkatan skala operasional kami,” tutur Presiden Alphabet Ruth Porat.
Konstruksi pembangunan kompleks data center Google diperkirakan akan berkontribusi sekitar USD1,1 miliar pada Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia dan membuka lebih dari 37.000 lapangan pekerjaan per tahun.
Setelah fasilitas tersebut selesai dibangun dan mulai beroperasi, data center tersebut diproyeksikan akan membuka 9.000 lapangan pekerjaan per tahun, dengan rata-rata upah 45 persen lebih tinggi daripada median nasional.
Google juga menyatakan berencana untuk menambah kapasitas energi bersih lebih dari 1 gigawatt untuk Malaysia. Adapun kompleks data center di Malaysia akan beroperasi dengan Power Usage Effectiveness (PUE) antara 1,12 hingga 1,14.
“Google juga akan membayar 100 persen biaya energi yang digunakan oleh kompleks data centernya, termasuk biaya infrastruktur langsung yang dibutuhkan untuk menyambungkannya ke jaringan listrik, dan secara bersamaan akan mematuhi semua aturan lokal yang berlaku,” tambah Google.
Sementara untuk program peningkatan keahlian pekerja, Google juga mengumumkan rencananya untuk menggelar empat program yang menyasar peningkatan keahlian untuk 800.000 pekerja di Malaysia selama lima tahun mendatang.
(Nadya Kurnia)