India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username, Khawatir Rawan Penipuan
Pemerintah India meminta Meta untuk menunda peluncuran fitur nama pengguna atau username WhatsApp di negara terpadat di dunia itu.
IDXChannel - Pemerintah India meminta Meta untuk menunda peluncuran fitur nama pengguna atau username WhatsApp di negara terpadat di dunia itu.
Dilansir dari AFP pada Kamis (2/7/2026), Pemerintah India khawatir fitur itu dapat dimanfaatkan untuk penipuan dan peniruan identitas.
Pihak berwenang di India saat ini bergulat dengan lonjakan kejahatan siber. Penipu memanfaatkan rendahnya kesadaran keamanan digital jutaan pengguna internet.
WhatsApp, yang dimiliki oleh Meta, mengatakan pada Senin bahwa pengguna di seluruh dunia akan dapat terhubung melalui nama pengguna unik alih-alih berbagi nomor telepon mereka.
India, pasar terbesar WhatsApp dengan lebih dari setengah miliar pengguna, menyuarakan kekhawatiran pada Rabu bahwa perubahan tersebut dapat mempermudah penipu untuk menargetkan korban.
Dalam surat kepada Meta, Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India mengatakan fitur tersebut dapat menyebabkan peningkatan penipuan online, phishing, dan peniruan identitas, lapor surat kabar Indian Express.
"Ada kemungkinan bahwa pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mengklaim nama pengguna dan mengirim pesan kepada pengguna lain sambil berpura-pura menjadi orang lain," kata seorang pejabat senior pemerintah seperti dikutip oleh harian berbahasa Inggris tersebut.
"Bagi mereka yang mungkin tidak memahami teknologi untuk membedakannya, ini bisa menjadi tantangan besar," ujarnya.
Kementerian itu meminta Meta untuk tidak meluncurkan fitur tersebut sampai konsultasi mengenai masalah ini selesai, tambah surat kabar tersebut.
Bulan lalu, Meta menunjuk tokoh fintech India, Kunal Shah, sebagai pemimpin WhatsApp yang baru.
Meta mengatakan bahwa fitur tersebut belum aktif di India. Pihaknya telah menyimpan nama tokoh publik dan akun terverifikasi sehingga hanya bisa dipakai pemiliknya yang sah.
"Untuk melindungi dari peniruan identitas, kami telah menyimpan nama-nama yang paling terkenal sehingga hanya dapat diklaim oleh pemiliknya yang sah," kata WhatsApp dalam sebuah pernyataan.
"Pengguna masih memerlukan nomor telepon untuk menggunakan WhatsApp dan kami telah membangun beberapa lapisan pertahanan terhadap penipuan ke dalam nama pengguna," ujarnya.
Fitur nama pengguna sudah tersedia di platform pesan populer lainnya, WeChat, yang dimiliki oleh raksasa teknologi China, Tencent. (Wahyu Dwi Anggoro)