Technology

Intel Kembangkan Teknologi Pendeteksi Video Palsu, Begini Cara Kerjanya

Tangguh Yudha/MPI 23/11/2022 23:06 WIB

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Intel berhasil mengembangkan teknologi yang bisa mendeteksi perbedaan antara konten video asli dan deepfake.

Intel Kembangkan Teknologi Pendeteksi Video Palsu, Begini Cara Kerjanya (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Intel berhasil mengembangkan teknologi yang bisa mendeteksi perbedaan antara konten video asli dan deepfake. 

Menariknya lagi, ini bisa dilakukan secara real-time menggunakan analisis kulit. Dihimpun dari Metro, Rabu (23/11/2022), teknologi baru ini bernama FakeCatcher. 

Perusahaan mengeklaim tingkat akurasinya mencapai 96% dan merupakan detektor deepfake real-time pertama di dunia yang memberikan hasil dalam milidetik.

"Video deepfake ada di mana-mana sekarang. Anda mungkin pernah melihatnya, video selebritas melakukan atau mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan," kata Ilke Demir, ilmuwan peneliti staf senior di Intel Labs.

Ia pun menyebut bahwa kejahatan ini bisa ditangkal dengan FakeCatcher, di mana detektor akan bekerja dengan menganalisis aliran darah dalam piksel video untuk menentukan keaslian video hanya dalam hitungan milidetik.

Untuk diketahui, selama ini pendeteksi deepfake akan melihat data mentah untuk menemukan keaslian video. Namun dengan, FakeCatcher sistem akan mencari petunjuk autentik dalam video dan menilai keasliannya.

Ilke Demir menerangkan bahwa saat jantung manusia memompa darah, pembuluh darah otomatis juga berubah warna. Sinyal aliran darah ini dikumpulkan dari seluruh wajah dan algoritme menerjemahkan sinyal ini ke dalam peta.

Kemudian, dengan menggunakan deep learning, FakeCatcher dapat langsung mendeteksi apakah video itu asli atau palsu. Ilke Demir juga menyebut, 72 aliran dapat dianalisis sekaligus menggunakan salah satu prosesor Xeon Generasi ke-3.

Sekadar informasi, video deepfake adalah ancaman yang berkembang, merugikan perusahaan hingga USD188 miliar dalam solusi keamanan siber. Deepfake juga dapat menyebabkan berkurangnya kepercayaan masyarakat pada media.

FakeCatcher dapat membantu memulihkan kepercayaan dengan memungkinkan pengguna membedakan antara konten asli dan palsu. Platform media sosial dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mencegah pengguna mengunggah video deepfake yang berbahaya.

Teknologi ini juga dapat digunakan oleh organisasi berita untuk menghindari video yang dimanipulasi secara tidak sengaja. Kemudian organisasi nirlaba dapat menggunakan platform ini untuk mendemokratisasi deteksi deepfake untuk semua orang.

(DES)

SHARE