Investor Soroti Arah Belanja Netflix Usai Batal Akuisisi Warner Bros
Perusahaan kini akan menghadapi persaingan yang lebih ketat dari entitas gabungan Warner Bros dan Paramount Skydance.
IDXChannel - Investor kini menaruh perhatian pada arah belanja dan perkembangan konten bisnis iklan Netflix menjelang laporan kinerja kuartalannya pada Kamis.
Laporan ini menjadi yang pertama sejak perusahaan tersebut membatalkan rencana akuisisi terhadap Warner Bros.
Sebelumnya, mengakuisisi Warner Bros akan memberi Netflix akses ke sejumlah waralaba unggulan seperti Game of Thrones dan Friends tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membangunnya sendiri.
Sebaliknya, perusahaan kini akan menghadapi persaingan yang lebih ketat dari entitas gabungan Warner Bros dan Paramount Skydance, jika kesepakatan senilai USD110 miliar tersebut terealisasi.
Netflix diperkirakan melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 15,5 persen menjadi USD12,18 miliar pada kuartal pertama, dengan USD634 juta berasal dari iklan, menurut analis yang disurvei oleh London Stock Exchange Group (LSEG), dilansir Reuters, Rabu (15/4/2026).
Perusahaan menaikkan harga di AS pada Maret, yang menurut beberapa analis dapat mendorong peningkatan proyeksi pendapatan tahunan.
Kenaikan harga ini juga dapat mendorong lebih banyak pengguna beralih ke paket berbasis iklan, meskipun kontribusi pendapatan dari segmen tersebut masih relatif kecil.
Saham Netflix telah naik 13 persen sepanjang tahun ini, dan melonjak sekitar 26 persen sejak perusahaan membatalkan kesepakatan senilai USD72 miliar untuk Warner Bros.
Investor memperkirakan Netflix kembali fokus pada olahraga dan acara live lainnya untuk meningkatkan pendapatan iklan.
"Kita memasuki fase baru untuk bisnis iklan, di mana mereka berpotensi menjadi salah satu platform iklan global terbesar," ujar manajer portofolio di Gabelli Funds yang memiliki saham Netflix, John Belton.
Perusahaan juga memperluas konten live selama kuartal tersebut, termasuk konser grup K-pop BTS yang disiarkan dari Seoul dan menarik 18,4 juta penonton di seluruh dunia, serta ajang World Baseball Classic 2026 yang menjadi pertandingan menembak dengan jumlah streaming tertinggi secara global.
(NIA DEVIYANA)