Laba BYD Anjlok 55 Persen pada Kuartal I-2026, Penjualan di China Lesu
Laba kuartalan produsen kendaraan listrik (EV) China, BYD, turun dengan laju tercepat sejak 2020.
IDXChannel — Laba kuartalan produsen kendaraan listrik (EV) China, BYD, turun dengan laju tercepat sejak 2020.
Dilansir dari CNEVPost pada Rabu (29/4/2026), BYD tertekan oleh penjualan yang lesu di dalam negeri dan persaingan yang semakin ketat.
Penjual EV terlaris di dunia, yang dikenal karena fokusnya pada model-model dengan harga terjangkau, berada di bawah tekanan dari para pesaing, termasuk Geely dan Leapmotor.
Laba bersih BYD pada kuartal I-2026 turun 55,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 4,1 miliar yuan (Rp10,3 triliun), lebih besar dari penurunan 38,2 persen yang dicatat pada triwulan sebelumnya.
Pendapatan turun 11,8 persen menjadi 150,2 miliar yuan (Rp379,3 triliun) pada kuartal lalu, memperpanjang tren penurunan.
Tekanan semakin meningkat seiring dengan pengurangan subsidi untuk mobil listrik kelas bawah dan plug-in hybrid di China. Penjualan keseluruhan BYD menurun tujuh bulan berturut-turut pada Maret, meskipun pertumbuhan pengiriman ke luar negeri tetap kuat.
Karena penjualan domestiknya menghadapi penurunan yang berkepanjangan, BYD secara agresif menargetkan pasar internasional dengan fokus pada teknologi canggih atau lokalisasi manufaktur.
Pesaing terbesar Tesla ini menyatakan yakin dapat mencapai target penjualan luar negeri sebesar 1,5 juta kendaraan atau bahkan lebih tinggi pada 2026, yang menyiratkan pertumbuhan lebih dari 40 persen dari 2025, meskipun belum mengungkapkan target penjualan keseluruhan. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)