Laba Hyundai Anjlok 21 Persen Jadi Rp35 Triliun pada Kuartal II-2026
Hyundai Motor melaporkan penurunan laba operasional sebesar 21 persen year-on-year pada kuartal II-2026.
IDXChannel - Hyundai Motor melaporkan penurunan laba operasional sebesar 21 persen year-on-year pada kuartal II-2026.
Dilansir dari The Business Times pada Kamis (23/7/2026), kinerja raksasa otomotif Korea Selatan itu tertekan lemahnya penjualan, gangguan produksi, dan lonjakan biaya.
Hyundai, yang bersama dengan afiliasinya Kia Corp merupakan grup produsen mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan, membukukan laba operasional sebesar 2,9 triliun won (Rp35 triliun) pada April-Juni 2026.
dibandingkan dengan 3,6 triliun won pada tahun sebelumnya.
Angka tersebut lebih rendah dari 3,6 triliun won yang dicatat pada periode yang sama setahun sebelumnya, serta di bawah perkiraan 3,2 triliun won oleh LSEG SmartEstimate.
Di sisi lain, Hyundai mengatakan bahwa pendapatan naik dua persen year-on-year menjadi 49,2 triliun won.
Saham Hyundai Motor diperdagangkan naik dua persen setelah pengumuman pendapatan tersebut.
Hyundai memperkirakan ketidakpastian ekonomi makro akan terus berlanjut dan persaingan di industri otomotif akan semakin ketat.
Kinerjanya yang lemah menggarisbawahi tantangan yang lebih luas yang dihadapi industri otomotif, karena para produsen mobil menghadapi kenaikan biaya energi dan bahan baku serta gangguan rantai pasokan yang terkait dengan kebijakan Xi tarif Amerika Serikat (AS) dan konflik di Timur Tengah. (Wahyu Dwi Anggoro)