Laba Mercedes-Benz Anjlok Hampir 50 Persen pada 2025
Produsen mobil Jerman Mercedes-Benz mencatat laba tahunan terendah sejak pandemi Covid-19.
IDXChannel -Produsen mobil Jerman Mercedes-Benz mencatat laba tahunan terendah sejak pandemi Covid-19.
Dilansir dari CNA pada Kamis (12/2/2026), kinerja Mercedes terdampak tarif Amerika Serikat (AS) dan ketatnya persaingan di China.
Pada Rabu, Mercedes melaporkan laba bersih sebesar 5,3 miliar euro atau sekitar Rp106 triliun untuk 2025 , turun sekitar 49 persen dibandingkan 2024.
Meski demikian, angka tersebut masih lebih baik dari perkiraan analis yang dihimpun FactSet.
CEO Mercedes-Benz Ola Kaellenius mengatakan, kinerja keuangan tetap sesuai panduan perusahaan di tengah kondisi pasar yang dinamis. Ia optimistis dengan rencana lebih dari 40 peluncuran model baru dalam tiga tahun ke depan.
“Kami bergerak maju dengan rencana yang jelas dan portofolio produk yang sangat kompetitif,” ujarnya.
Untuk 2026, Mercedes memperkirakan tantangan masih berlanjut. Pendapatan diproyeksikan berada di kisaran 132,2 miliar euro, setara tahun lalu. Namun, laba inti diperkirakan jauh di atas level 2025 karena tidak lagi dibebani biaya restrukturisasi satu kali.
Di bisnis mobil inti, margin keuntungan tahun ini diperkirakan hanya 3-5 persen, lebih rendah dari lima persen yang dicapai sebelumnya.
Mercedes menghadapi tekanan dari tiga sisi: penurunan tajam penjualan di China, permintaan stagnan di Eropa, serta tingginya biaya investasi kendaraan listrik (EV) di tengah permintaan yang belum merata dan tarif AS terhadap mobil asing.
Di China, pasar otomotif terbesar di dunia, Mercedes terpukul perang harga dan persaingan ketat dari produsen lokal seperti BYD dan Geely.
Penjualan berdasarkan volume di China merosot 19 persen pada 2025 ke level terendah sejak 2016, sehingga turut menyeret penjualan global turun 10 persen. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)