Pendapatan Foxconn Melonjak 30 Persen Berkat AI, Prospeknya Terimbas Konflik Timur Tengah
Foxconn Technology Co Ltd, produsen elektronik terbesar di dunia, melaporkan lonjakan pendapatan kuartal pertama yang kuat sebesar 29,7 persen.
IDXChannel - Foxconn Technology Co Ltd, produsen elektronik terbesar di dunia, melaporkan lonjakan pendapatan kuartal pertama yang kuat sebesar 29,7 persen secara year-on-year (YoY) pada Minggu (6/4/2026). Hal itu didorong oleh permintaan yang tak henti-hentinya untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Namun, mitra Apple Inc dan NVIDIA Corporation itu meredam hasil yang menggembirakan tersebut dengan prospek yang hati-hati, dengan menyebutkan iklim politik global yang "volatil", khususnya konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, sebagai hambatan utama untuk sisa tahun ini.
Server AI dan iPhone Dorong Pendapatan
Pendapatan untuk kuartal I-2026 mencapai 2,13 triliun dolar Taiwan atau berkisar USD6,60 miliar, sedikit di bawah perkiraan LSEG SmartEstimate sebesar 2,14 dolar Taiwan, tetapi masih menunjukkan ekspansi yang signifikan. Pertumbuhan tersebut dipimpin oleh divisi cloud dan jaringan, yang mendapat manfaat dari pembangunan pusat data AI global.
Sementara itu, segmen elektronik konsumen pintar, yang mencakup iPhone, mengalami pertumbuhan signifikan setelah peluncuran produk baru-baru ini. Sepanjang Maret saja tercatat rekor tertinggi dengan pendapatan meroket 45,6 persen menjadi 803,7 miliar dolar Taiwan.
Perusahaan, yang secara resmi dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry, memperkirakan momentum AI akan berlanjut hingga kuartal kedua.
Terlepas dari kekuatan operasionalnya, Chairman Foxconn, Young Liu, telah mengidentifikasi kendala geopolitik yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah sebagai tantangan eksternal paling berat bagi perusahaan.
Dampak konflik terhadap logistik global dan stabilitas ekonomi tetap menjadi pemantauan kritis bagi perusahaan menjelang rilis pendapatan lengkapnya pada 14 Mei 2026.
Perbedaan Pasar dan Diskon Geopolitik
Meskipun pertumbuhan pendapatan mencapai dua digit, saham Foxconn kesulitan untuk menangkap antusiasme pasar yang lebih luas. Saham telah turun 16 persen sepanjang tahun ini, jauh di bawah kinerja kenaikan 12 persen yang terlihat pada indeks acuan Taiwan yang lebih luas.
Perbedaan ini kemungkinan mencerminkan kecemasan investor atas paparan perusahaan terhadap gangguan rantai pasokan global dan potensi perlambatan ekonomi "non-linier" di pasar-pasar utama seperti Inggris dan Eropa.
Pasar Taiwan akan melanjutkan perdagangan pada Selasa setelah libur. Investor akan melihat apakah angka rekor Maret dapat mengatasi "diskon geopolitik" yang saat ini diterapkan pada saham tersebut.
Saat konflik di Timur Tengah mencapai "titik kritis pertengahan April," kemampuan Foxconn untuk menavigasi rute pengiriman yang bergejolak dan mempertahankan ekspansi margin yang didorong oleh AI akan menjadi kunci penting bagi valuasi perusahaan pada 2026.
(Febrina Ratna Iskana)