Penjualan Domestik Terus Turun, Produsen Mobil China Makin Fokus Ekspor
Penjualan mobil di China turun untuk bulan ke-10 berturut-turut pada Juli 2026.
IDXChannel - Penjualan mobil di China turun untuk bulan ke-10 berturut-turut pada Juli 2026.
Dilansir dari The Business Times pada Rabu (12/8/2026), hal tersebut berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekspor yang kuat.
Menurut data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), penjualan di dalam negeri turun 21,1 persen year-on-year menjadi 1,47 juta kendaraan bulan lalu.
Di sisi lain, ekspor naik 88,2 persen menjadi 923.000 pada periode yang sama.
“Penurunan ini terbukti lebih parah dari yang kami perkirakan. Kami sebelumnya mengantisipasi peningkatan yang signifikan pada Juli,” kata Sekteraris Jenderal CPCA Cui Dongshu.
Dia menghubungkan penurunan tersebut dengan harga bahan bakar yang tinggi, yang membebani penjualan kendaraan bertenaga bensin.
Untuk tujuh bulan pertama tahun ini secara keseluruhan, penjualan kendaraan penumpang domestik menurun 20,5 persen, setara dengan sekitar 2,65 juta kendaraan lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Para produsen mobil China telah meningkatkan upaya untuk berekspansi ke luar negeri, khususnya di Eropa, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
BYD, produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, bergulat dengan perlambatan pasar domestik, namun rekor ekspor pada Juli membantu meningkatkan penjualan globalnya untuk bulan ketiga berturut-turut.
Seiring dengan percepatan ekspansi luar negeri oleh produsen mobil China, salah satu taktiknya adalah memanfaatkan pabrik menganggur milik produsen mobil Barat untuk memperluas kapasitas produksi dan akses pasar.
Bulan lalu, Geely Auto dan Ford mencapai kesepakatan di mana Geely akan membangun SUV listrik di pabrik perusahaan Amerika Serikat (AS) itu di Spanyol. (Wahyu Dwi Anggoro)