Penjualan PS Diproyeksikan Turun, Sony Tetap Prediksi Laba Operasional Tahunan Meningkat
Sony memperkirakan penurunan penjualan perangkat keras, sehingga penjualan segmen game pun diproyeksikan turun.
IDXChannel—Sony memproyeksikan laba operasional tahunan yang meningkat, tetapi dengan realisasi pendapatan dari segmen game yang justru menurun. Proyeksi penurunan revenue dari game ini sejalan dengan proyeksi penurunan penjualan perangkat keras.
Sony memperkirakan pendapatan segmen game turun 6 persen, dikontribusikan oleh penurunan penjualan perangkat keras. Sepanjang tahun lalu, Sony menjual 16 juta unit PS5, turun 14 persen secara tahunan.
Penjualan perangkat keras seperti PlayStation 5 sangat bergantung pada kemampuan Sony untuk memperoleh pasokan memori dengan harga wajar. Apalagi setelah Sony mengumumkan kenaikan harga PS5 pada Maret kemarin.
Melansir Reuters (8/5/2026), pada Februari, Sony mengungkap bahwa perusahaan telah mengamankan pasokan memori dengan kuantitas yang cukup untuk menghadapi musim belanja akhir tahun.
Pada periode yang sama, produsen game lainnya, Nintendo, mengatakan bahwa lonjakan harga chip dan memori belum berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan.
Namun, tak mengelak bahwa lonjakan harga komponen penting itu dapat menekan profitabilitas jangka panjang.
Meskipun diterpa kekhawatiran kenaikan harga chip dan memori yang dapat memicu kenaikan harga konsol untuk kesekian kalinya, Sony memperkirakan laba segmen game tetap naik 30 persen menjadi sekitar JPY137 miliar.
Peningkatan ini didorong oleh penjualan perangkat lunak buatan Sony (first-party software) dan beban kerugian penurunan nilai aset yang nihil. Sementara itu, laba secara keseluruhan ditargetkan dapat tumbuh 11 persen.
Menjadi JPY1,6 triliun, atau sekitar Rp165 triliun, untuk tahun buku yang berakhir pada Maret 2027. Sony juga memperkirakan ada kenaikan laba dari divisi film dan chip, serta penurunan laba dari divisi musik.
Meskipun produsen konsol PS ini dipuji karena transformasinya menjadi perusahaan raksasa hiburan, pasar tetap mengkhawatirkan dampak AI terhadap bisnis Sony, ditambah lagi dengan lonjakan harga komponen dan gangguan rantai pasokan karena perang Iran.
Faktor-faktor di atas berpotensi menekan margin keuntungan produsen konsol seperti Sony dan Nintendo.
(Nadya Kurnia)