Peruri Siap Tindaklanjuti Arahan Prabowo soal Pengembangan Chip Lokal
Presiden Prabowo Subianto meminta Perum Peruri segera memulai pengembangan teknologi semikonduktor agar Indonesia mampu merancang dan memproduksi chip sendiri.
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto meminta Perum Peruri segera memulai pengembangan teknologi semikonduktor agar Indonesia mampu merancang dan memproduksi chip sendiri. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kedaulatan teknologi nasional, terutama dalam pengamanan dokumen negara, identitas digital, dan infrastruktur digital.
Direktur Utama Peruri, Teguh Arief Indratmoko mengatakan, perusahaan mendapatkan tugas untuk mempercepat penguasaan teknologi chip di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem keamanan digital yang tepercaya. Perusahaan siap menindaklanjuti mandat dari Kepala Negara.
“Kita diminta untuk berani segera memulai karena kita memiliki potensi dan sumber daya yang besar untuk mewujudkan kedaulatan teknologi yang berdaya saing global,” ujar Teguh dalam Peruri Digital Summit 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut dia, kemampuan merancang dan memproduksi chip secara mandiri diperlukan agar Indonesia tidak terus bergantung pada teknologi dan rantai pasok luar negeri. Penguasaan teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya melindungi infrastruktur strategis nasional.
“Kita harus menjadi pencipta, pengelola, dan pelindung infrastruktur strategis kita sendiri,” katanya.
Selama ini, Peruri menjalankan tugas utama mencetak uang dan dokumen sekuriti negara. Pengembangan teknologi chip dinilai relevan untuk mendukung keamanan kartu identitas, dokumen elektronik, serta perangkat yang menyimpan data sensitif melalui mekanisme autentikasi, penyimpanan data, dan pencegahan pemalsuan.
Teguh juga menyoroti ancaman keamanan siber pada masa depan, termasuk potensi serangan yang memanfaatkan komputasi kuantum. Karena itu, pengembangan teknologi keamanan perlu dilakukan sejak dini.
“Kita harus memitigasi ancaman peretasan komputer kuantum sejak hari ini, melindungi aset serta rahasia negara dari risiko peretasan informasi vital di masa yang akan datang,” ujarnya.
Melalui Peruri Digital Summit 2026, perusahaan membahas tiga bidang teknologi strategis, yakni semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan kriptografi pascakuantum (post-quantum cryptography). Penguasaan semikonduktor diarahkan untuk mendukung pengembangan chip mikrokontroler bagi dokumen kenegaraan dan identitas digital.
Sementara itu, AI ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat sistem keamanan, termasuk mendeteksi anomali yang berpotensi menimbulkan risiko. Adapun kriptografi pascakuantum dikembangkan sebagai bagian dari strategi perlindungan data dan aset strategis negara terhadap potensi ancaman serangan siber berbasis komputasi kuantum.
(Rahmat Fiansyah)