Perusahaan Dunia Ramai-Ramai Beralih ke AI China, Lebih Murah dari OpenAI dan Anthropic
Semakin banyak perusahaan dunia mengadopsi model kecerdasan buatan (AI) China yang terkenal murah untuk mengurangi biaya operasional.
IDXChannel - Semakin banyak perusahaan dunia mengadopsi model kecerdasan buatan (AI) China yang terkenal murah untuk mengurangi biaya operasional.
Dilansir dari The Financial Times pada Minggu (19/7/2026), banyak perusahaan di Amerika Serikat (AS) beralih ke model AI China seperti Kimi dan DeepSeek.
Laporan tersebut menyoroti penggunaan model AI China oleh perusahaan AS secara konsisten tinggi sejak awal 2026. Penggunaan token untuk model AI China melebihi 30 persen setiap minggu sejak Februari.
Tren ini terjadi di tengah kenaikan harga token model AI AS seperti GPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic, yang mendorong perusahaan untuk mencari opsi yang lebih hemat biaya.
Menurut Openrouter, model AI China bisa 60 persen hingga 90 persen lebih murah daripada alternatif serupa dari OpenAI dan Anthropic.
Token adalah unit data yang diproses oleh model AI selama pelatihan dan inferensi, yang memungkinkan prediksi, generasi, dan penalaran.
Menurut laporan dari Nikkei, hal serupa juga terjadi di India. Semakin banyak perusahaan di negara tersebut yang menggunakan model bahasa besar (LLM) buatan DeepSeek, Alibaba, dan Moonshot AI.
Hal ini terjadi di tengah rivalitas antara China dengan AS dan India, khususnya di bidang ekonomi dan teknologi. (Wahyu Dwi Anggoro)