Saingi Arab Saudi, Irak-UEA Bakal Bangun Proyek Kabel Fiber Optik Senilai Rp11 Triliun
Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) bakal membangun mega proyek kabel fiber optik di darat dan bawah laut hingga ke Turki.
IDXChannel - Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) bakal membangun mega proyek kabel fiber optik di darat dan bawah laut hingga ke Turki. Proyek itu diperkirakan memakan dana investasi sebesar USD700 juta atau setara dengan Rp11 triliun.
Pembangunan proyek tersebut dilakukan di tengah tren kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Rencana tersebut juga diumumkan sepekan setelah Arab Saudi berencana menggelar proyek serupa di Suriah.
Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan UEA tengah berlomba memanfaatkan lonjakan permintaan konektivitas di kawasan serta membangun pusat infrastruktur kecerdasan buatan (AI), termasuk pusat data, di tengah persaingan ekonomi dan geopolitik regional.
Proyek Irak-UEA yang diberi nama WorldLink akan mencakup kabel bawah laut dari UEA menuju Semenanjung Faw di Irak, lalu dilanjutkan melalui jalur darat ke utara hingga perbatasan Turki.
Kepala Tech 964 Irak, Ali El Akabi, menyampaikan konsorsium ini terdiri dari tiga perusahaan dan akan membangun jalur alternatif yang lebih efisien dibanding rute tradisional melalui Terusan Suez. Tech 964 merupakan salah satu anggota dari konsorsium tersebut.
“Proyek ini akan didanai swasta dan dilaksanakan bertahap dalam lima tahun ke depan,” ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (17/2/2026).
Dia menambahkan, WorldLink dirancang untuk mengurangi kepadatan jalur data serta memangkas waktu transmisi dibandingkan jalur yang selama ini melewati Terusan Suez.
Sementara itu, pemerintah UEA dan Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait proyek tersebut.
Sebelumnya, Arab Saudi dan Suriah pada 7 Februari 2026 mengumumkan rencana pembangunan jaringan kabel optik dalam paket investasi yang lebih luas. Proyek bertajuk SilkLink itu bernilai sekitar USD1 miliar (Rp17 triliun) dan ditujukan untuk merehabilitasi infrastruktur Suriah sekaligus memosisikannya sebagai jalur data antara Asia dan Eropa."
Menanggapi proyek Irak-UEA, Kementerian Telekomunikasi Suriah menyatakan tambahan investasi infrastruktur akan meningkatkan keberagaman dan ketahanan jalur data global.
“SilkLink dirancang menghadirkan latensi rendah dan ketersediaan tinggi. Kami memperkirakan proyek ini sangat kompetitif dari sisi performa dan ketahanan,” katanya.
Selain Tech 964, WorldLink juga didukung DIL Technologies yang berbasis di Kurdistan (Irak) serta Breeze Investments asal UEA. Chairman Breeze Investments, Nayef Al Ameri, menilai kesiapan infrastruktur AI menjadi kebutuhan mendesak seiring adopsi global.
“Kesiapan infrastruktur AI adalah keniscayaan. WorldLink dirancang menghadirkan konektivitas tercepat dan paling andal di kawasan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Sebagai informasi, Irak pada 2023 meluncurkan proyek Development Road senilai USD17 miliar untuk menghubungkan Pelabuhan Faw dengan Turki melalui jaringan rel dan jalan raya sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai koridor transit regional.
(Rahmat Fiansyah)