Technology

Uni Eropa Gelontorkan Rp3,6 Triliun untuk Cloud Lokal, Kurangi Ketergantungan Teknologi Asing

Kontributor IDX Channel 17/04/2026 17:33 WIB

Komisi Eropa memberikan kontrak layanan cloud berdaulat senilai 180 juta euro atau sekitar Rp3,6 triliun kepada empat penyedia layanan cloud asal Eropa.

Uni Eropa Gelontorkan Rp3,6 Triliun untuk Cloud Lokal, Kurangi Ketergantungan Teknologi Asing. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Komisi Eropa memberikan kontrak layanan cloud berdaulat senilai 180 juta euro atau sekitar Rp3,6 triliun kepada empat penyedia layanan asal Eropa untuk periode enam tahun. Langkah itu merupakan bagian dari strategi Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi non-Eropa.

Dilansir dari CNA, Jumat (17/4/2026) Tender yang diluncurkan pada Oktober 2025 tersebut dimenangkan oleh Post Telecom dari Luksemburg, StackIT dari Jerman, Scaleway dari Prancis, serta Proximus dari Belgia.

"Tender ini mendukung upaya Komisi yang lebih luas untuk meningkatkan kedaulatannya sendiri, memperkuat kendali strategis di seluruh teknologi dan infrastruktur utama," kata Badan Eksekutif Uni Eropa dalam pernyataannya.

Para penyedia layanan dipilih berdasarkan kesesuaian dengan Kerangka Kedaulatan Cloud Komisi Eropa, yang mewajibkan adanya pembatasan kendali entitas non-Uni Eropa terhadap teknologi dan layanan yang digunakan.

Kepala bidang digital Uni Eropa, Henna Virkkunen, mengatakan pentingnya penguatan kapasitas cloud regional. "Meningkatkan penggunaan cloud Uni Eropa adalah kunci untuk memperkuat kedaulatan digital Eropa," ujarnya.

Dalam implementasinya, Post Telecom menggandeng mitra OVHcloud dan CleverCloud, sementara Proximus memimpin konsorsium yang terdiri dari Mistral AI, Clarence, dan usaha patungan pusat data Thales dan Google Cloud, S3NS.

Pendiri dan CEO OVHcloud, Octave Klaba, menyebut konsorsium tersebut akan menyediakan layanan cloud bagi lebih dari 40 lembaga Komisi Eropa.

Ia menambahkan langkah ini menjadi bukti bahwa Eropa memiliki alternatif layanan cloud yang kredibel di tengah dominasi penyedia global.

Reporter: Nasywa Salsabila

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE