IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat penurunan pada rasio kredit yang belum ditarik atau kredit menganggur di perbankan (undisbursed loan). Penurunan ini menandakan pelaku usaha semakin aktif menarik pinjaman untuk kebutuhan operasional atau ekspansi usaha.
Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama menjelaskan, kredit industri perbankan secara nasional tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) per September 2026. Laju tersebut melampaui pertumbuhan undisbursed loan yang sebesar 7,91 persen YoY. Dengan demikian, rasio undisbursed loan terhadap total plafon kredit turun 84 basis poin (bps) YoY menjadi 21,7 persen.
"Kami melihat bahwa pertumbuhan kredit industri tetap kuat, mencapai 13,3 persen year-on-year pada September 2026, melampaui pertumbuhan undisbursed loan sebesar 7,91 persen year-on-year," ujarnya dalam Public Expose, Jumat (23/10/2026).
Timothy menjelaskan, fasilitas pinjaman yang belum ditarik tidak selalu negatif karena memberikan ruang fleksibilitas bagi debitur untuk menariknya sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Selain itu, ada juga debitur yang memang menarik pinjaman secara bertahap sesuai dengan progres proyek.
Dia mengatakan, faktor yang memengaruhi realisasi penarikan pinjaman berbeda pada tiap jenis fasilitas. Pada kredit investasi, penarikan dana sangat bergantung pada kemajuan proyek, pengadaan peralatan, serta pemenuhan syarat pencairan, sedangkan pada kredit modal kerja, penggunaannya menyesuaikan siklus produksi, penerimaan pembayaran, dinamika permintaan pasar, biaya pendanaan, serta posisi kas internal debitur.
"Bagi Bank Mandiri fasilitas yang belum ditarik menjadi ruang untuk mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi nasabah. Pemanfaatannya mengikuti rencana usaha sehingga pencairan berjalan sesuai kebutuhan dana dan tahapan investasi," kata dia.
Dalam memproses pencairan tersebut, Bank Mandiri tetap menerapkan mitigasi risiko yang ketat demi menjaga kualitas portofolio kredit. Perseroan tetap memperhatikan kesiapan proyek serta arus kas dan kemampuan bayar debitur, agar pencairan mendukung pengembangan usaha sekaligus menjaga kualitas kredit.
Memasuki akhir tahun 2026, Bank Mandiri optimistis terhadap kesiapan dunia usaha dalam meningkatkan kapasitas investasi. Optimisme ini ditopang oleh prospek positif di sektor telekomunikasi dan kesehatan, serta daya tahan sektor makanan dan minuman, utilitas, dan proyek terkait pemerintah.
"Kami siap mendukung pemanfaatannya untuk investasi produktif dan peningkatan kapasitas usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas kredit," kata Timothy.
(Rahmat Fiansyah)