IDXChannel - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berkomitmen mempercepat pertumbuhan sektor percetakan dan ekonomi kreatif di Tanah Air.
"Sektor percetakan nasional terus bertransformasi seiring pesatnya inovasi dan daya saing pasar. Oleh karena itu, BFI Finance mengambil peran aktif memfasilitasi kebutuhan pembaruan mesin produksi melalui serangkaian program promo bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan para pengusaha," kata Head of Corporate Business BFI Finance Stanly Darisang dikutip Kamis (8/10/2026).
Dukungan pembiayaan ini tidak hanya menyasar mesin percetakan, seperti digital printing, offset, A3+, Direct to Garment (DTG), Direct to Film (DTF), hingga laser cutting, tetapi juga menjangkau mesin produksi lintas industri, mulai dari manufaktur, pengolahan kayu (woodworking), peralatan medis (healthcare), hingga perangkat IT.
Untuk wilayah Jabodetabek, lanjut dia, lini mesin industri printing menjadi salah satu penyerap porsi pembiayaan terbesar di BFI Finance. Hal ini mengindikasikan tingginya gairah ekspansi bisnis para pengusaha percetakan demi mendongkrak kapasitas produksi.
Memahami keberagaman preferensi pelaku usaha, BFI Finance kini juga memfasilitasi skema pembiayaan mesin berbasis syariah dengan akad murabahah.
"Dinamika bisnis saat ini menuntut opsi pendanaan yang lebih fleksibel dan bervariasi. Sebagai solusinya, kami melengkapi portofolio pembiayaan konvensional dengan jalur pembiayaan syariah agar para pelaku usaha dapat memilih skema yang paling sesuai dengan prinsip dan kebutuhan mereka," kata Stanly.
Dengan analisis kredit yang terukur dan layanan yang komprehensif, BFI Finance optimistis mampu menjadi penggerak utama modernisasi alat produksi bagi industri percetakan di Indonesia.
Di sisi lain, seiring dengan gelaran All Print Indonesia Expo 2026 pada 7–10 Oktober di Hall C3 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Menjadi satu-satunya entitas pembiayaan multifinance di pameran berskala internasional ini, BFI Finance hadir memfasilitasi kebutuhan modal kerja dan investasi mesin bagi para pelaku bisnis.
Berbagai kemudahan kemitraan finansial disiapkan BFI Finance, mencakup pembiayaan pembelian unit mesin baru hingga fasilitas modal kerja lewat jaminan invoice mesin guna menopang operasional usaha.
Khusus momen pameran ini hingga akhir tahun, BFI Finance menggulirkan paket penawaran berupa suku bunga 0 persen melalui kerja sama dengan supplier rekanan untuk tenor 1 tahun pertama hingga full tenor, pembebasan biaya administrasi, serta keringanan biaya provisi menjadi 0,75 persen (dari tarif normal 1,25 persen).
(kunthi fahmar sandy)