sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OJK Minta Multifinance Perbesar Porsi Pembiayaan Produktif untuk Pacu Sektor Riil

Banking editor Rohman Wibowo
08/10/2026 17:34 WIB
OJK terus mendorong perusahaan pembiayaan (multifinance) memperkuat ekspansi kredit ke sektor produktif untuk menggerakkan perekonomian nasional.
OJK Minta Multifinance Perbesar Porsi Pembiayaan Produktif untuk Pacu Sektor Riil. (Foto: iNews Media Group)
OJK Minta Multifinance Perbesar Porsi Pembiayaan Produktif untuk Pacu Sektor Riil. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perusahaan pembiayaan (multifinance) memperkuat ekspansi kredit ke sektor produktif untuk menggerakkan perekonomian nasional.

Langkah percepatan ini diarahkan untuk mendongkrak porsi pembiayaan usaha produktif yang sempat melandai tipis pada pengujung kuartal ketiga tahun ini.

"Penyaluran pembiayaan ke sektor produktif tercatat sebesar Rp241,88 triliun atau 44,44 persen dari total piutang pembiayaan meski terkontraksi 1,81 persen yoy, dan kami terus mendorong penyalurannya dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan tata kelola yang baik," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026).

Secara keseluruhan, struktur pembiayaan industri multifinance masih menunjukkan dinamika yang bervariasi antar-segmen. Berdasarkan jenis penggunaannya, pembiayaan multiguna masih mendominasi dengan realisasi mencapai Rp257,38 triliun atau tumbuh 4,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan pembiayaan investasi mengalami kontraksi 4,47 persen yoy menjadi Rp169,12 triliun.

Dorongan pembiayaan produktif tersebut salah satunya tampak nyata pada komitmen industri menyokong permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di samping itu, laju pembiayaan modal kerja juga masih mencatatkan pertumbuhan positif yang menopang perputaran roda usaha para debitur.

"Pembiayaan multifinance kepada UMKM mencapai Rp157,37 triliun yang didominasi kebutuhan investasi pengembangan usaha sebesar Rp83,55 triliun atau 53,09 persen, sementara pembiayaan modal kerja tumbuh 5,40 persen menjadi Rp54,38 triliun dan kami perkirakan masih menjadi penopang pertumbuhan ke depan," kata Agusman.

Di sisi lain, lini bisnis pembiayaan kendaraan bermotor tetap menjadi jangkar utama bisnis multifinance nasional. Pertumbuhan piutang pada segmen ini didorong oleh kuatnya jaringan penjualan serta pembiayaan yang terintegrasi dengan ekosistem otomotif.

Kontribusi lini pembiayaan kendaraan bermotor melalui perusahaan yang terafiliasi dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) tercatat bergerak stabil. Kinerja operasional yang terjaga solid ini sekaligus mengerek profitabilitas industri secara signifikan hingga mencetak pertumbuhan laba bersih dua digit.

"Piutang pembiayaan perusahaan terafiliasi ATPM tumbuh 2,29 persen yoy menjadi Rp233,28 triliun atau menguasai 45,38 persen dari total piutang pembiayaan sejalan dengan portofolio kendaraan bermotor, menopang perolehan laba bersih industri yang melesat 19,04 persen menjadi Rp17,38 triliun dan diperkirakan tetap positif hingga akhir tahun," urai Agusman. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement