sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IFG dan Jamkrindo Perkuat Ekosistem UMKM Ekonomi Kreatif untuk Naik Kelas

Economics editor Kurnia Nadya
28/09/2026 16:07 WIB
Dukungan pembiayaan dan penguatan ekosistem usaha dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan produk sekaligus memperluas pasar.
IFG dan Jamkrindo Perkuat Ekosistem UMKM Ekonomi Kreatif untuk Naik Kelas. (Foto: IFG)
IFG dan Jamkrindo Perkuat Ekosistem UMKM Ekonomi Kreatif untuk Naik Kelas. (Foto: IFG)

IDXChannel—PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), atau Jamkrindo, mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pelaku ekonomi kreatif, seni, dan budaya melalui perluasan akses pembiayaan.

Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, dukungan tersebut dilakukan melalui bisnis penjaminan yang membantu UMKM memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

“Sebagai perusahaan penjaminan, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Penjaminan membuka kesempatan agar UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Abdul Bari dalam kegiatan Ruang Resonansi IFG Group 2026 di Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, budaya dan UMKM memiliki keterkaitan erat. Berbagai kekayaan budaya Indonesia berkembang melalui aktivitas pelaku UMKM, mulai dari kerajinan, kuliner, seni, musik hingga produk kreatif lokal.

Abdul Bari menyebut pengembangan UMKM dan pelestarian budaya perlu berjalan beriringan. Dukungan pembiayaan dan penguatan ekosistem usaha dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan produk sekaligus memperluas pasar.

“Budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM seharusnya berjalan bersama,” katanya.

Direktur SDM dan Hukum Indonesia Financial Group (IFG) Rizal Ariansyah mengatakan kekayaan budaya dapat dikembangkan menjadi karya bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan pelaku usaha.

Menurut Rizal, dukungan terhadap UMKM dan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga perlu diperkuat melalui ekosistem dan kolaborasi antarentitas.

“Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antarentitas dalam ekosistem IFG,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai menjadi bagian dari upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM.

Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Arieck Priyatna menyebut kegiatan tersebut dapat memperkuat literasi keuangan pelaku UMKM. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan penting agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Ruang Resonansi IFG Group 2026 bertema “Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya” yang digelar di Gedung IFG Life Asia Afrika, Bandung.

Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku UMKM, seniman, komunitas, generasi muda, dan dunia usaha. Pemanfaatan gedung bersejarah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai sejarah dan budaya sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.


(Kidung Dhia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement