AALI
8850
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
650
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
765
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
316
AGII
2500
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
144
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
695
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
0.00
-100%
-14116.59
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,125
Emas
799,103 / gram

Kementan Prediksi Harga Cabai Terus Melonjak hingga Akhir Juni

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Senin, 13 Juni 2022 19:35 WIB
Kementan memprediksi harga semua jenis cabai akan terus merangkak naik hingga akhir Juni 2022.
Kementan Prediksi Harga Cabai Terus Melonjak hingga Akhir Juni (FOTO: MNC Media)
Kementan Prediksi Harga Cabai Terus Melonjak hingga Akhir Juni (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi harga semua jenis cabai akan terus merangkak naik hingga akhir Juni 2022. Masyarakat diminta maklum bila para pedagang mematok harga dari biasanya.

"Prediksi kami kenaikan harga cabai berakhir Juni, atau awal Juli sudah merangkak turun," ujarnya saat dihubungi, Senin (13/6/2022).

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategus Nasional (PIHPS), yang dikutip MNC Portal Indonesia hari ini, harga cabai merah besar naik Rp 4.400 menjadi Rp 67.250 per kilogram. Cabai Merah keriting naik menjadi Rp 70.400 per kilogram, cabai rawit hijau naik menjadi Rp 64.050 per kilogram, serta cabai rawit merah juga naik menjadi Rp 87.500 per kilogram.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Tommy Nugraha menjelaskan, penyebab naiknya harga cabai tersebut karena curah hujan yang tinggi sehingga para petani harus menanggung biaya lebih untuk membeli pupuk termasuk obat-obatan guna mengatasi cabai agar tidak terserang hama dan jamur. 

"Ini kan curah hujan sedang ekstrim akibat hal itu maka tidak sedikit lahan atau kebun area cabai terkena penyakit lalu tidak sedikit juga karena banjir sehingga mengurangi jumlah produksi," papar
Tommy. 

"Disamping itu, karena curah hujan yang tinggi, membuat petani harus membeli pupuk dan obat-obatan yang ekstra sehingga harus nambah uang lagi. Ini yang bikin harga cabai meningkat," lanjut Tommy. 

Melihat kondisi harga pangan seperti ini, Tommy mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki berbagai upaya untuk menurunkan harga supaya masyarakat tidak terbebani. 

"Yang jelas kami di pemerintahan sekarang sedang berusaha mengeluarkan upaya untuk meningkatkan produksi agar harga melandai kami juga sudah membuat penyemprotan hama penyakit di sentra produksi cabai," ujar Tommy. 

Selain itu, Tommy juga memastikan, pihaknya berencana akan mengirimkan stok cabai dari daerah yang surplus ke daerah yang minus. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD