IDXChannel- Aktivitas pabrik di China melambat di Desember 2024. Penurunan ini akibat adanya kekhawatiran tentang risiko perdagangan karena kebijakan baru Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dikutip dari AP, Rabu (1/1/2024), Biro Statistik Nasional menyebut Indeks Manajer Pembelian (PMI) merosot ke 50,1 di Desember dari 50,3 di bulan sebelumnya.
Ini adalah pembacaan bulanan ketiga berturut-turut di atas 50. Capital Economics, Gabriel Ng dalam catatannya menyebut perlambatan aktivitas pabrik disebabkan oleh penurunan komponen output.
"Meskipun begitu, komponen harga output turun, menunjukkan bahwa tekanan turun pada harga masih ada," katanya.
Meski demikian, secara keseluruhan pesanan baru di China naik ke level tertinggi di delapan bulan. Sementara indeks pesanan ekspor naik ke level tertinggi dalam empat bulan.
Hal ini kemungkinan dibantu oleh para importir AS yang bergegas untuk mengalahkan tarif yang lebih tinggi yang mungkin akan diberlakukan oleh Donald Trump terhadap barang-barang China.
Sebelumnya, Trump telah berjanji untuk memberlakukan tarif 10 persen untuk barang-barang China. Aturan ini kemungkinan meningkatkan risiko perdagangan bagi China sebagai salah satu eksportir barang terbesar di dunia.
RRT sudah bergulat dengan ekonomi yang tertinggal, terbebani oleh berkurangnya konsumsi dan krisis real estat.
Sementara itu, indeks manajer pembelian paralel untuk sektor nonmanufaktur mencakup konstruksi dan jasa naik menjadi 52,2 poin dari 50 poin di November.
Minggu lalu, Bank Dunia memperkiraan pertumbuhan ekonomi di China menjadi 4,9 persen namun memperingatkan bahwa berkurangnya kepercayaan di kalangan rumah tangga dan bisnis serta isu-isu seperti konsumsi yang rendah dan hutang yang tinggi akan terus membebani pertumbuhan ekonomi China di masa depan.
(Ibnu Hariyanto)