sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Krisis Pasokan Solar Global Diprediksi Berlanjut Hingga 2027

Economics editor Wahyu Dwi Anggoro
16/10/2026 17:59 WIB
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan bahwa krisis pasokan solar diperkirakan berlanjut hingga pertengahan 2027.
Krisis Pasokan Solar Global Diprediksi Berlanjut Hingga 2027. (Foto: AP)
Krisis Pasokan Solar Global Diprediksi Berlanjut Hingga 2027. (Foto: AP)

IDXChannel - Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan bahwa krisis pasokan solar diperkirakan berlanjut hingga pertengahan 2027.

Menurut laporan Oil Market Report terbaru, IEA mengatakan bahwa pasar solar mengalami pengetatan pada kuartal III-2026. Hal itu bertentangan dengan tren musiman selama ini.

Dilansir dari Oilprice pada Jumat (16/10/2026), hal ini terutama disebabkan gangguan operasi kilang yang berkepanjangan di Rusia dan Timur Tengah.

"Dikombinasikan dengan penurunan persediaan yang jauh lebih besar dari biasanya pada kuartal II-2026, hal ini mengurangi pasokan global yang sangat penting menjelang puncak permintaan musim dingin," kata IEA.

"Penurunan persediaan, kenaikan selisih harga, dan peningkatan tingkat backwardation menandakan perlunya pasokan tambahan," kata IEA.

 Bahkan jika kapasitas pengolahan kilang pulih dengan cepat akhir tahun ini, pasokan akan kurang dari yang dibutuhkan pada kuartal ini

"Ini menunjukkan bahwa pengisian kembali persediaan, di luar fluktuasi musiman, kemungkinan tidak akan terjadi sebelum paruh kedua 2027," kata IEA.

Ekspor solar global turun sebesar 700.000 barel per hari (bph) pada bulan September dibandingkan tahun sebelumnya, karena penurunan 1,3 juta bph dari Rusia dan Timur Tengah hanya sebagian diimbangi oleh pasokan yang lebih tinggi dari sumber lain, menurut IEA.

"Karena perang Iran bermanifestasi melalui ketersediaan produk yang terbatas, harga bahan bakar yang melonjak, dan prospek ekonomi yang memburuk, solar akan mencatat 25 persen dari penurunan permintaan minyak global yang diperkirakan sebesar 2,6 juta bph ahun ini," kata lembaga tersebut.

Harga solar global telah turun dari rekor tertinggi sepanjang masa lebih dari USD200 per barel yang dicapai pada September, tetapi harganya tetap hampir dua kali lipat harga minyak mentah dan level pra-krisisnya. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement